Ahok Tegaskan Puput Nastiti Devi Bukan Pelakor

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puput Nastiti Devi bersama suaminya Ahok mencium putranya Yosafat Abimanyu Purnama saat sesi foto yang diposting di media sosial. Instagram/@btpnd

    Puput Nastiti Devi bersama suaminya Ahok mencium putranya Yosafat Abimanyu Purnama saat sesi foto yang diposting di media sosial. Instagram/@btpnd

    TEMPO.CO, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan istrinya, Puput Nastiti Devi bukan pelakor. Hal itu ia tegaskan saat menjadi bintang tamu dalam program Live Streaming - Bertemu Indonesia yang tayang di Narasi TV pada Ahad malam, 16 Agustus 2020. 

    "Saya buat itu (melaporkan ke polisi) itu untuk mengirim pesan. Kamu sadar enggak, istri saya bukan pelakor. Apalagi anak saya, Yosafat dibilang anak haram. Ini anak resmi. Ada surat cerai, ada surat nikah. Anak itu anugerah Tuhan," katanya saat menjawab pertanyaan Najwa Shihab mengenai alasannya melaporkan dua perempuan atas tuduhan pencemaran nama baik. 

    Dua perempuan yang merupakan penggemar Veronica Tan, mantan istri Komisaris Utama Pertamina itu dilaporkan Ahok di Polda Metro Jaya pada 17 Mei 2020. Dua perempuan berinisial AS, 67 tahun dan EJ, 47 tahun kini menjadi tersangka lantaran diduga melakukan penghinaan terhadap Ahok dan keluarganya.

    (Paling kanan) Puput Nastiti Devi bersama suami, Basuki Tjahaja Purnama, dan putra mereka, Yosafat Abimanyu Purnama. Instagram.com/@btpnd

    Ahok menegaskan Puput bukan orang ketiga yang menyebabkan bahtera rumah tangganya dengan Veronica karam. "Saya bercerai tunggu Daud umur 12 tahun. Orang ini memanfaatkan secara logika, ngapain sih Ahok mengurusi hal itu. Kayak dulu, masak Ahok berani cerai. Saya senang orang underestimate ke saya," ucapnya. 

    Ia merasa perlu untuk memberi pelajaran karena terpikir masa depan Yosafat Abimanyu Purnama, putranya bersama Puput dan menjaga nama baik istrinya. "Kalau tumbuh besar, disebut dia anak pelakor. Di pengadilan, dia tetap mencap istri saya pelakor. Pelakor gimana, ini anak gadis kok. Kalau kamu menghina bapaknya, kamu (Ahok), kamu juga menghina Nico, Nathania, Daud juga," kata dia. 

    Menurut dia, dengan melaporkan dua perempuan itu, Ahok bermaksud mengirim pesan kepada para pembencinya yang lain. "Kita proses hukum biar berhenti. Ini aja ada yang belum berhenti," kata dia. 

    Ahok menuturkan, di zaman digital itu, semua yang dilakukan tercatat hingga ribuan tahun. "Buat anak muda, hidup ini nikmatilah hari ini. Kita enggak bisa frustrasi terlalu cepat. Kita harus menerima apa yang tidak bisa kita lakukan. Besok yang kita khawatirkan belum terntu terjadi, itu yang saya renungi," katanya. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?