Bocoran Awal Film Satria Dewa Gatotkaca Dirilis, Ada Selipan Animasi

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film Satria Dewa Gatotkaca. (Foto: Satria Dewa Studio)

    Film Satria Dewa Gatotkaca. (Foto: Satria Dewa Studio)

    TEMPO.CO, Jakarta -Menjelang perayaan hari kemerdekaan Indonesia ke-75,  Satria Dewa Studio memberikan kabar baik bagi dunia hiburan tanah air. Sebuah pre-teaser dari salah satu film paling ditunggu pecinta film Indonesia, Satria Dewa Gatotkaca secara resmi telah dirilis.

    Teaser berdurasi lebih dari 6 menit ini, selain menghadirkan adegan laga, juga menampilkan animasi, sebagai kisah yang menjembatani asal muasal hadirnya sosok Gatotkaca saat ini. Teaser dibuka dengan kisah perang saudara Pandawa dan Kurawa. Dendam Aswatama sebagai bagian dari Kurawa atas kematian Resi Dorna, terbawa sampai saat ini.

    Transisi yang ditampilkan, hingga sejarah singkat mulai Pandawa Lima hingga hadirnya Gatotkaca saat ini semakin jelas. Lalu, kenapa pre-teaser film ini baru dihadirkan saat ini?

    Produser Satria Dewa Studio, Celerina Judisari mengungkapkan seharusnya pre-teaser film Gatotkaca itu dirilis lebih awal. Namun, karena pandemi, perilisan itu baru terlaksana di saat awal shooting.

    "Sekaligus memperlihatkan bahwa walaupun dihantam pandemi, industri film Indonesia dapat menggeliat Kembali dengan cepat. Serta memberi semangat kepada para penonton dan juga sesama di Industri film,” kata Celerina Judisari, dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Kamis, 13 Agustus 2020.Rizky Nazar dalam film Satria Dewa Gatotkaca. (Foto: Satria Dewa Studio)

    Sutradara film Satria Dewa Gatotkaca, Hanung Bramantyo, mengaku menggarap film Satria Gatotkaca adalah mimpinya yang menjadi kenyataan ” Hubungan saya dengan Gatotkaca, juga tokoh-tokoh dalam epos Mahabarata sudah sejak usia 7 tahun. Di akhir tahun 2019, saya dihubungi Ibu Celerina, untuk menyutradarai film Satria Dewa Gatotkaca. Perasaan saya melambung ke langit," tutur Hanung.

    Tawaran untuk menggarap film Gatotkaca, bagi Hanung seperti menemukan kembali gairah membuat film pertama di awal karir, yang diakuinya saat ini mulai meredup akibat lelah dengan capaian formula yang begitu-begitu saja.

    "Dengan menyebut nama Tuhan terkasih dan paling penyayang, saya akan curahkan segala tenaga saya untuk mewujudkan film Satria Dewa Gatotkaca ini. Tidak sekedar untuk melampiaskan ego saya, tapi untuk menyebarkan nilai-nilai Mahabarata yang sangat agung dan bersahaja ke generasi muda. Anak-anak saya. Anak-anak Indonesia,” tutur Hanung.

    Pemeran tokoh Gatotkaca, Rizky Nazar sangat bersyukur bisa bergabung di film Satria Dewa Gatotkaca. Lewat film ini, ia merasa pengetahuannya tentang budaya Indonesia semakin terbuka."Saya bersyukur bisa menjadi bagian dalam film yang belatar belakang budaya Indonesia. Lewat film ini, saya bisa kenal dengan budaya nusantara dengan cara yang keren,” ujar Rizky. Film Satria Dewa Gatotkaca. (Foto: Satria Dewa Studio)

    Aktor laga Indonesia yang sebelumnya sukses berperan di Hollywood lewat film John Wick 3, Cecep Arif Rahman ikut membintangi film ini sebagai Pandega. Ia mengaku senang karena Gatotkaca adalah tokoh idolanya. "Selain itu, Proses syuting di film Satria Dewa Gatotkaca sangat menarik buat saya. Karena, selain mendapatkan arahan yang jelas bagaimana harus berbuat sesuatu di depan kamera juga merupakan pengalaman pertama bekerja sama dengan mas Hanung dan team,” katanya.

    Selain Rizky Nazar, Yasmin Napper, Omar Daniel, Jerome Kurnia, Cecep Arif Rahman, dan Ali Fikry, film Satria Dewa Gatotkaca juga menghadirkan Yayan Ruhiyan, Edward Akbar, Axel Mathew, dan Yatti Surachman. Penasaran seperti apa cerita film Satria Gatotkaca? Sebelumnya simak pre-teaser film Satria Dewa Gatotkaca di https://www.youtube.com/watch?v=estS-rrVhuQ&t=2s


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.