Pasha Ungu Soal Teguran Tito Karnavian: Tidak Ada Argumentasi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah dan penyanyi Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha Ungu tampil dalam acara Jakarta Night Festival di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu malam, 22 Juni 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Wakil Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah dan penyanyi Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha Ungu tampil dalam acara Jakarta Night Festival di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu malam, 22 Juni 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Wali Kota Palu yang juga vokalis band Ungu, Pasha Ungu mengklarifikasi ihwal rambut pirangnya yang menjadi perbincangan beberapa waktu lalu. Pasha menjelaskan dia mengecat rambut hanya untuk proyek pembuatan video klip bersama musikus di Palu, Sulawesi Tengah.

    "Itu dalam rangka mengangkat atau membuka pintu bagi musikus daerah Palu, paling tidak perwakilan agar bisa berkiprah di nasional," kata Pasha Ungu di Jakarta, Kamis 6 Agustus 2020. Setelah pembuatan video klip selesai, Pasha Ungu langsung mencukur habis rambutnya.

    Pasha Ungu (kanan) saat berfoto dengan rekannya. Rambut baru Pasha ditanggapi beragam oleh netizen, ada yang memuji namun ada pula yang menyayangkan. Instagram

    Kebetulan Pasha Ungu memang berencana mencukur rambutnya untuk menyambut Hari Raya Idul Adha pada Jumat, 31 Juli 2020. "Masak Salat Idul Adha rambutnya kuning, saya juga enggak enak," kata dia.

    Mengenai teguran dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait rambut pirangnya itu, Pasha Ungu menerima dan mematuhi semua aturan yang berlaku bagi pejabat pemerintah. "Saya apresiasi dan tidak ada argumentasi, kecuali patuh dan taat terhadap apa yang sudah beliau sampaikan," ujar Pasha Ungu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.