Ingin Berkurban Tak Punya Uang, Syakir Daulay: Patungan Saja

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syakir Daulay. (Foto: Instagram - @syakirdaulay)

    Syakir Daulay. (Foto: Instagram - @syakirdaulay)

    TEMPO.CO, Jakarta -Menyambut Idul Adha tahun ini, penyanyi Syakir Daulay mengenang kembali pengalaman pertamanya membeli hewan kurban. Syakir mengaku membeli hewan kurban di hari raya Idul Adha dengan cara patungan bersama teman-temannya.

    Syakir mengatakan saat itu dirinya belum mampu secara finansial membeli hewan kurban sendiri. Namun karena niatnya untuk bisa berkurban, ia pun bersama teman-temannya patungan membeli hewan kurban.

    "Pertama kali kurban Syakir patungan sama teman-teman. Jadi dulu perorangan enggak beli kambing Rp 2 juta. Jadi Syakir dan sembilan orang teman lainnya patungan Rp200 ribu," kata Syakir Daulay di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Syakir mengatakan cara tersebut dilakukan dengan satu niat, yakni untuk membangun rasa kepedulian kepada fakir miskin dan juga kepada agama. Syakir Daulay dan Adiba Uje. (Dok. Falcon Music)

    Setelah kini meraih kesuksesan dalam karirnya, Syakir Daulay pun mengaku bersyukur karena telah mampu membeli hewan kurban sendiri saat Idul Adha. "Senang banget, makanya buat teman-teman yang mau kurban enggak sendiri, patungan saja sama teman," terang dia.

    Menurut Syakir, berkurban di hari raya tidak harus menunggu sampai memiliki banyak uang. Dengan cara patungan seperti yang dilakukannya bersama teman-temannya dengan patungan pun bisa menjadi salah satu alternatif terutama bagi para milenial untuk membeli hewan kurban.

    "Intinya kan pembelajaran dan pahalanya. Itu tips kurban untuk milenial dari Syakir. Jangan tunggu duitnya banyak, yang sedikit kumpulin bareng-bareng biar jadi kurban," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.