Beda Pendapat Soal Covid-19, Anji Bawa Artis Berpengikut 19 Juta

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Anji. (Instagram - @duniamanji)

    Penyanyi Anji. (Instagram - @duniamanji)

    TEMPO.CO, Jakarta - Musisi Anji lagi-lagi membuat pernyataan kontroversial. Untuk menyatakan pandangannya mengenai Covid-19 yang berbeda dengan kebanyakan orang lain, ia membawa artis lain yang tidak ia sebut namanya dengan menyebut berpengikut belasan juta orang. 

    "Seorang artis dengan lebih dari 19M follower mengatakan ini pada saya. Ada beberapa banyak lainnya juga. Orang tidak bersuara, karena takut/malas diserang oleh arus besar yang berbeda pendapat. Seberapapun menyebalkannya, orang-orang harus berani menerima perbedaan pendapat. Karena terkadang, diam bukan jawaban," tulisnya di akun Instagramnya, Ahad, 26 Juli 2020.

    Suami Wina Natalia ini mengunggah pendapat orang-orang yang mendukungnya. "Setiap kali ada opini yang terasa asing (tidak mengikuti pendapat umum) tentang Covid, sealu saja ada yang marah dan merasa tersakiti," tulis salah satu pendapat netizen yang difoto tangkap layar oleh Anji tanpa nama itu.

    Sebelumnya, Anji menyoal mengenai foto jenazah Corona yang diambil oleh Joshua Irwandi, fotografer dari National Geographic. Ia menyamakan pekerjaan pewarta foto dengan buzzer. Pendapat ini menyulut kekesalan Pewarta Foto Indonesia. Anji akhirnya mengakui bersalah dan sudah meminta maaf. 

    Tapi rupanya, Anji masih ngotot mengatakan, setiap orang harus memiliki pendapat yang berbeda agar bisa memibuat gerakan perubahan seperti Bono. Seakan tak puas, ia menyatakan bahwa Covid-19 itu tidak membahayakan. 

    Untuk meyakinkan pendapatnya, Anji menautkan link di Youtube tentang obrolan berjudul Penjelasan Direktur Rumah Sakit tentang Virus Berbahaya dan Tidak???. "Musisi tidak kompeten, harusnya tidak bicara soal Covid-19. Silakan ditonton, yang bicara adalah seorang dokter dan Direktur RSUD yang menangani penyakit ini selama berbulan-bulan," cuitnya di akun Twitternya, Ahad, 26 Juli 2020. 

    Dokter dan direktur rumah sakit itu adalah Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram, Lalu Herman Mahaputra, yang sempat menyatakan virus corona tidak berbahaya. Tapi Anji tidak menyertakan berita selanjutnya bahwa Herman sudah meminta maaf atas pernyataannya itu. 

    Karena itu, alih-alih mendapatkan sokongan atas pernyataannya, Anji kembali menjadi bulan-bulanan. "Mas Anji, itu video vulan Juni, di mana jumlah korban juga belum sebanyak sekarang, dan lagian orangnya juga udah minta maaf. Sudahlah mas, yang ngomongin ginian biar yang memang punya kapasitas aja," balas @ikramarki. "Astaghfirullah manusia ini bertingkah sok iye lagi. Mas Anji, mending bahas lagu apa yang cocok buat dinyanyiin Kekeyi lagi aja daripada sok ngide ikut bahas Covid," cuit @jalanndekat. 

    Bahkan, musisi dan penulis, Fiersa Besari ikut mengomentari Anji. "Berpendapat itu hak. Tapi, patut diingat apa yang bagimu sekadar opini, bagi orang lain adalah pengalaman traumatis. Apa yang bagimu sekadar angka, bagi orang lain adalah kerabat dan keluarga yang takkan kembali.Mungkin bisa sedikit berempat jika tidak mungkin satu visi," cuit Fiersa, di akun Twitternya. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.