Feby Febiola Tak Rasakan Gejala Saat Divonis Kanker Ovarium

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Feby Febiola (Instagram/@febyfebiola_)

    Feby Febiola (Instagram/@febyfebiola_)

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Feby Febiola mengakui ia sudah divonis kanker ovarium stadium 1 C. Kanker itu diperoleh dari tumor di rahimnya. "Tumornya sudah diangkat, itu dari endometriosis yang kelamaan," katanya dalam vlog yang diunggah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan netizen di Instagram Storynya, Rabu, 22 Juli 2020. 

    Pada laman Alodokter diterangkan bahwa endometriosis adalah kondisi pada saat jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim. Jaringan yang disebut endometrium itu dapat tumbuh di indung telur, usus, tuba falopi (saluran telur), vagina, atau di rektum (bagian akhir usus yang terhubung ke anus). 

    Menurut Feby, ia tak memiliki gejala apapun, saat mengetahui ia terkena kanker. Saat itu ia pergi ke ginekolog atau dokter kandungan dan diketahui ia sudah stadium 1 C kanker ovarium

    Sebelum mencukur cepak rambutnya, Feby Febiola sempat tampil dengan rambut bondol selama beberapa minggu. Pada bulan Mei, Feby sempat mengabarkan dirinya harus menjalani operasi kista. Instagram

    Istri musisi lagu-lagu rohani, Franky Sihombing itu kemudian memilih melakukan kemoterapi. "Kemoterapi itu dilakukan untuk jaga-jaga biar kankernya enggak kemana dan supaya enggak kenapan-napa ke depan."

    Menurut Feby, kondisinya saat ini baik-baik saja. Meskipun diakui ia mengalami mual dan muntah karena kemoterapi hingga rambutnya rontok, tapi ia justru merasa badannya sehat. "Habis kemoterapi ini keadaanku baik-baik aja, hampir normal," ucapnya. Nafsu makannya tetap baik bahkan menurut dia, berat badannya naik 2 kilogram. 

    Feby menyangkal memiliki pantangan makanan. Tapi ia memberikan saran untuk tidak makan makanan yang diawetkan. "Makan yang seimbang gizi antara sayur, buah, dan protein."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.