Hanung Bramantyo Temui Sultan HB X, Bahas Film di Masa Pandemi

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sutradara Hanung Bramantyo bersama Cristine Hakim menjelaskan kepada sejumlah media dalam konferensi pers peluncuran trailer film The Gift di XXI Cinema Setiabudi, Jakarta, 17 April 2018. Film ini diperanakan oleh Reza Rahadian, Ayushita, Dion Wiyoko dan Cristine Hakim. TEMPO/Nurdiansah

    Sutradara Hanung Bramantyo bersama Cristine Hakim menjelaskan kepada sejumlah media dalam konferensi pers peluncuran trailer film The Gift di XXI Cinema Setiabudi, Jakarta, 17 April 2018. Film ini diperanakan oleh Reza Rahadian, Ayushita, Dion Wiyoko dan Cristine Hakim. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Yogyakarta -Hanung Bramantyo menuturkan dampak pandemi Covid-19 sangat terasa bagi pekerja di dunia perfilman di tanah air. Sutradara film Perempuan Berkalung Sorban itu mengatakan, di masa wabah ini, ia harus menunda tiga judul film yang sedang dan akan syuting di Yogyakarta.

    Ketiga film itu adalah Ibu karya Jihan Angga, Surga yang Tak Dirindukan 3 karya Pritagita, dan film karyanya sendiri, Gatotkaca.

    Tiga film itu ditunda sutradara Ayat-Ayat Cinta itu sejak diumumkannya perpanjangan masa tanggap darurat di DIY hingga akhir Juli 2020 ini.

    “Kami semua bertanya-tanya terkait dengan keputusan Gubernur DIY bahwa tanggap darurat COVID-19 diperpanjang," ujar Hanung dalam keterangannya usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kantor Gubernur Kepatihan Yogya Kamis 16 Juli 2020.

    Hanung menuturkan perpanjangan tanggap darurat di DIY itu sempat memberikan persepsi kepada dirinya dan rekan-rekannya bahwa situasi COVID-19 di Jogja masih belum selesai. "Padahal sebetulnya itu hanya soal urusan administrasi saja,” ujar Hanung.

    Hanung pun mengakui, pemahamannya soal perpanjangan status tanggap daturat itu baru terbuka jelas setelah bertemu Sultan HB langsung.

    Sultan HB X, ujar sutradara Bumi Manusia itu, telah menjelaskan jika status tanggap darurat dilanjutkan hanya untuk memudahkan pendanaan dan penanganan terhadap pasien atau pihak yang terdampak, tanpa terhambat birokrasi.

    “Istilah tanggap darurat sendiri sebetulnya tidak berhubungan langsung dengan kondisi perekonomian, termasuk penghentian aktivitas pariwisata maupun kebudayaan seperti syuting film,” ujar suami artis Zaskia Adya Mecca itu.Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X . TEMPO/Pius Erlangga

    Hanung menambahkan, dari hasil pertemuan dengan Ngarsa Dalem itu, intinya para film maker telah diperbolehkan menggelar syuting selama bisa menjalankan protokol kesehatan dan bisa memberikan akses untuk tracing.

    Sultan, menurut Hanung, juga menyarankan untuk tidak melakukan kegiatan yang terlalu banyak melibatkan kru atau membuat film yang harus melibatkan banyak pemain, seperti film kolosal. “Informasi ini tentu akan kami sampaikan kepada teman-teman maupun pemain. Karena selama ini kendalanya memang kata-kata tanggap darurat COVID-19 ini, seolah-olah PSBB (pembatasan sosial skala besar) diperpanjang, jadi pemain tidak mau ke Jogja, kami pun tidak bisa syuting,” ujarnya.

    Hanung mengaku seharusnya sudah melakukan proses syuting film Gatotkaca sejak 18 Juli 2020 ini. Namun karena ada pemain yang tidak berkenan datang ke Jogja, syuting pun tertunda. Pada akhirnya jadwal syuting diundur Agustus 2020 mendatang. Menurutnya, ada sekitar lima film yang sudah, sedang, dan akan syuting di Jogja, harus tertunda akibat COVID-19.

    “Kondisi saat ini tentu sangat mengkhawatirkan dari sisi ekonomi kami. Apalagi filmmaker independen, jelas mengalami kesusahan dari sisi ekonomi,” Hanung Bramantyo.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.