Ernest Prakasa Latih Anak Tidak Bodyshaming dari Kecil

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meira Anastasia, Ernest Prakasa, bersama dua buah hati mereka. Instagram

    Meira Anastasia, Ernest Prakasa, bersama dua buah hati mereka. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Komika dan sutradara, Ernest Prakasa melatih dua anak-anaknya untuk tidak melakukan bodyshaming sejak kecil. Tidak saja soal bodyshaming, tapi juga isu-isu serius agar generasi masa depan tetap punya harapan yang baik. 

    Ernest mengunggah percakapannya dengan Snow, putra bungsunya di akun Instagramnya, Kamis, 16 Juli 2020. Ia sudah memiliki kesadaran untuk tidak melakukan bodyshaming dengan pikiran polosnya. 

    "Baru saja terjadi beberapa beberapa menit yang lalu, terlontar dari mulut Snow, 5 tahun, 7 bulan. Ya tentunya ini pemamaham yang kebablasan. Tapi ini berarti, untuk isu-isu serius pun, anak-anak bisa dididik sejak dini. Kita selalu punya harapan untuk generasi  penerus yang lebih baik," tulisnya. 

    Kalimat yang polos dan terasa menggemaskan bagi anak berumur 5 tahun. "Baru saja terjadi beberapa anak-anak ini diunggahnya. "Papa, awas ada semut gede! Eh maaf ya, aku bodyshaming semutnya..." demikian kalimat polos dan lucu dari Snow yang amat menggemaskan.

    Unggahan ini menuai diskusi dengan para sahabat. Dian Sastro misalnya, mengakui, bodyshaming itu memiliki pengaruh yang amat besar bagi anaknya. "Eh gila anak gue sempat gak mau makan gara-gara dibilang gendut sama temannya," tulsnya memberikan komentar. 

    Seorang netizen bertanya kepada Ernest bagaimana anaknya bisa tahan dibully seperti dia yang kerap dirisak karena etnis Tionghoa. "Koh, gimana caranya supaya anak lu tahan akan bully-an seperti lo? Chris Rock pernah bilang dia gak mau anaknya masuk sekolah yang gak ada pembullyan. Dia pengen anaknya belajar dibully atau membully supaya tahu bahwa ada orang brengsek di dunia ini," tulis akun bernama @tri_lukas.

    Suami Meira Anastasia pun memberikan jawaban. "Caranya harus menjalani biar tahan banting, tapi mentally harus didukung sama orang tua."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proses Pembuatan Vaksin Virus Corona Dibanding Klaim Obat Hadi Pranoto

    Hadi Pranoto mengklaim obat herbal Antibodi Covid-19 berbeda dengan vaksin virus corona. Proses pembuatan vaksin memakan waktu setidaknya 12 bulan.