Christine Hakim: Menjaga Kesakralan Set Film Itu Keharusan

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Christine Hakim saat ditemui usai talkshow toleransi dalam Film Bumi Itu Bulat kawasan Kemang, Jakarta, Senin, 11 Maret 2019. Film ini akan tayang serentak pada 11 April 2019 mendatang. TEMPO/Nurdiansah

    Christine Hakim saat ditemui usai talkshow toleransi dalam Film Bumi Itu Bulat kawasan Kemang, Jakarta, Senin, 11 Maret 2019. Film ini akan tayang serentak pada 11 April 2019 mendatang. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -  Aktris senior Christine Hakim mengungkapkan pentingnya menjaga kesakralan set saat memproduksi sebuah film. Hal itu ia katakan dalam sebuah talkshow film yang digelar oleh BEM KM UGM pada Sabtu 11 Juli 2020.  “Justru di saat pandemi inilah Ibu mengingatkan teman-teman di film untuk menjaga kesakralan set film,” ujarnya.

    Christine menjelaskan, kebiasaan menjaga kesakralan set film itu sudah ia lakukan berpuluh tahun lampau bersama maestro film, Teguh Karya dan Slamet Rahardjo. Ia punya alasan khusus untuk itu. 

    "Set film itu sudah kita create berbulan-bulan. Tugas Director of Photography merekam gambarnya agar bisa hidup tidak hanya sebagai foto atau gambar yang mati, nah pemain harus menghidupkan apa yang sudah di-create oleh sutradara artistik, oleh penulis skenario, DOP, lighting dan sebagainya," ucapnya. 

    Christine Hakim saat ditemui saat pemutaran perdana film Bumi Itu Bulat di XXI Epicentrum Cinema, Jakarta, 02 April 2019. Film Bumi Itu Bulat mengusung toleransi dan keberagaman yang menjadi bagian dari kampanye melawan radikalisme agama pemecah belah masyarakat. TEMPO/Nurdiansah

    Christine menuturkan, semua kru film yang terdiri dari produser, sutradara, DOP, penulis skenario, pemain, dan lainnya bekerja di set yang membutuhkan sebuah ruang untuk fokus agar dapat menjaga roh atau jiwa film itu sendiri. "Inilah juga tugas berat dari seorang pemain,” ujarnya.

    Saat pengalamannya mengisi peran di film Eat, Pray, Love bersama Julia Roberts, kata Christine, terlihat perbedaan antara proses produksi film Hollywood dan Indonesia sangat nyata. Jika di di Indonesia, saat syuting, ada yang kru yang sekadar bermain ponsel, mengobrol, tiduran, dan ada yang tertawa saja.

    "Jelas itu mempengaruhi mobilitas kerja, terutama kameraman dengan segala peralatannya yang besar, berat, banyak, dan kompleks. Berpengaruh juga buat konsentrasi kita sebagai pemain," kata dia.

    Adapun produksi Hollywood, kru yang tidak berkepentingan dalam set tidak boleh berada di lokasi. "Radius 2 kilometer tidak boleh ada orang luar masuk ke lokasi syuting karena ada Julia Robertsnya. Kru make up dan hairdo juga digabung hanya menjadi satu asisten. Begitupun bagian Lighting, setelah melakukan set langsung keluar. "Hanya ada DOP dan asisten artistik yang tinggal, selebihnya di luar set,” ujarnya melanjutkan.

    NOAH CHRISELLA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?