Pembakar Mobil Emosi karena Diusir Keluarga, Via Vallen Meradang

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diketahui, mobil Via Vallen yang dibakar oleh pelaku tersebut yakni mobil Toyota Alphard seri 2.5 G. Menurut PT Toyota Astra Motor, mobil Alphard 2.5 G dibanderoldengan harga  Rp1,179 miliar dengan status on the road Jakarta. Sementara, tipe tertingginya yakni 3.5 Q dijual dengan harga Rp1,952 miliar. Foto/instagram/viavallen

    Diketahui, mobil Via Vallen yang dibakar oleh pelaku tersebut yakni mobil Toyota Alphard seri 2.5 G. Menurut PT Toyota Astra Motor, mobil Alphard 2.5 G dibanderoldengan harga Rp1,179 miliar dengan status on the road Jakarta. Sementara, tipe tertingginya yakni 3.5 Q dijual dengan harga Rp1,952 miliar. Foto/instagram/viavallen

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Via Vallen meradang saat membaca di media bahwa pembakar mobil Alphard miliknya itu emosi disebut keluarganya kotor dan bau saat ingin berjumpa dengannya. Kekesalannya itu ia ungkapkan pada unggahan di Instagram Storynya pada Kamis, 2 Juli 2020. 

    "Di media pada nulis judul tentang pelaku sakit hati gara-gara dibilang kotor dan lusuh oleh salah satu keluarga saya??? Demi Allah gak ada satupun anggota keluarga saya pernah bilang kayak gitu," katanmya seraya membantah tudingan itu. 

    Menurut Via, pelaku yang disebut penggemarnya itu datang ke rumahnya dalam kondisi mabuk dan emosi tinggi. Atas dasar itulah, keluarganya menolak kedatangan pelaku itu. "Lagian, pertama kali datang ke rumah posisi dia udah mabuk dan nyolot. Pas ngomong udah bau minuman, makanya dihadang sampe dipanggilin polisi, tapi polisi pun dimaki-maki sama dia dia (ada bukti rekaman videonya juga waktu itu)," tulis Via menambahkan. 

    Mobil Via Vallen dibakar di Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa TImur. Foto: Instagram

    Menurut Via, saat diinterogasi polisi, pelaku tidak konsisten menjawab pertanyaan. "Mencla-mencle, ngelantur. Gitu kok dipercaya dan motif yang belum tentu kebenarannya malah dibesar-besarkan dibuat judul berita," katanmya. Ia menambahkan pemberitaan salah bisa berdampak besar. 

    Via pun meminta agar narasi yang ditulis tidak menggiring opini publik. "Dengan pemberitaan yang belum tentu kebenarannya, hingga menyudutkan korban," tulisnya. Ia menegaskan, apapun alasan pelaku, tindakan membaakr mobil orang lain tidak dapat dibenarkan. 

    Sebelumnya, Via juga membantah tudingan yang menyebut kejadian terbakar mobil mewahnya itu merupakan settingan atau rekayasa. Banyak yang  menduga kalau setelah tragedi tersebut, Via akan mendapatkan ganti dari pihak asuransi. "Buat yang dari kemarin suudzon bilang ini settingan dan lain-lain. Mobil saya udah sebulan abis asuransinya dan belum diperpanjang lagi," tulis Via di Instagram Storynya pada Rabu, 1 Juli 2020.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.