Biaya Listrik Rp 35 Juta, Alasan Ashanty Ingin Jual Rumah

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Ashanty dan Anang Hermansyah membuat foto keluarga bernuansa merah muda di Hari Valentine. (Instagram/@ashanty_ash)

    Pasangan Ashanty dan Anang Hermansyah membuat foto keluarga bernuansa merah muda di Hari Valentine. (Instagram/@ashanty_ash)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ashanty akhirnya membuka diri alasannya ingin menjual rumah mewahnya di Cinere. "Biaya listrik rumah itu Rp 35 juta per bulan," katanya saat menjadi bintang tamu di kanal Youtube Deddy Corbuzier yang tayang pada Senin, 29 Juni 2020. 

    Ashanty menuturkan, besarnya pemakaian listrik itu tak sebanding dengan kebutuhan riil yang dibutuhkan di keluarganya. "Semakin tua, paling cuma di tempat tidur dan dapur, banyak ruang kosong, sementara aku dan Mas Anang enggak suka rumah yang gelap," ujarnya menuturkan. 

    Ia mengaku biaya pemeliharaan rumahnya itu membebaninya lantaran Anang Hermansyah memiliki beberapa rumah lain. "Aku ada apartemen di tengah kota, kalau lagi syuting di Jakarta kan capek harus pulang ke Cinere, biaya buat rumah di beberapa tempat itu besar sekali."

    Ashanty dan Anang Hermansyah saat merayakan hari jadi pernikahan. Instagram.com/ashanty_ash

    Menurut Ashanty, ia sudah berniat menjual rumah itu sejak akhir tahun lalu. Tapi Anang masih berat untuk melepasnya lantaran sentimen akan sejarah rumah bak istana tersebut. 

    "Mas Anang selalu bilang ini rumah dibangun dengan darah dan rumah kita, ya emang benar, dulu kami membangun itu benar-benar habis-habisan sampai enggak punya uang," ujarnya. 

    Karenanya, kata ibu sambung Aurel dan Azriel ini, Anang selalu meyakinkannya untuk mengurungkan niatnya menjual rumah itu. "Mas Anang selalu bilang, ada jalannya, rezeki selalu ada, tenang saja."

    Tapi diakui Ashanty, menjual rumah saat wabah Corona memang bukan hal mudah. Apalagi, ia menawarkan Rp 35 miliar. "Sampai sekarang yang nawar masih di bawah itu, tapi aku enggak buru-buru, jual santai."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.