Senyawa Nasyid Raihan di Kafe  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raihan, Jakarta, Senin (08/09).(TEMPO/Yosep Arkian/20080908)

    Raihan, Jakarta, Senin (08/09).(TEMPO/Yosep Arkian/20080908)

    TEMPO Interaktif, Jakarta: Jika sudah berniat baik, jangan pilih-pilih tempat. Itulah grup Raihan kala merilis album The Spirit of Shalawat di Jakarta, Jumat pekan lalu. Para personel Raihan tak canggung datang ke Hard Rock Cafe yang berbeda dengan gaya nasyid yang lebih akrab dengan masjid.

    "Tidak ada yang salah dengan lokasinya. Yang perlu disegarkan adalah isinya, pesannya yang perlu sampai," cetus Che Amran Idris, pentolan Raihan. Dakwah, kata dia, bisa dilakukan di segala tempat. Tak cuma di atas sajadah atau masjid. "Sama-sama musik, yang penting isinya bisa membawa kesegaran buat yang mendengar ikut memuji Tuhan."

    Selain untuk merilis album yang sudah dirilis Maret lalu di Inggris itu, Raihan di Jakarta ikut mengisi konser "The Spirit of Ramadhan"-nya Erwin Gutawa. Album anyar itu termasuk istimewa karena juga dirilis ke Kanada, Afrika, dan Rusia. Di tiap negara itu Raihan juga menggelar konser. Ada yang di masjid, seperti di tengah kota Moskow, Rusia, atau sekadar hotel di Inggris.

    Album ini berisi kumpulan shalawat dari berbagai negara, termasuk Rusia dan Afrika. Di Afrika, shalawat dipakai untuk terapi ketenangan jiwa bagi para narapidana di penjara. "Tiap pagi diputar," tutur Idris.

    Bahkan pemutaran hingga 15 lagu yang sama dengan gaya akapela, sonder musik. "Agar bisa khusyuk mendengar dan beribadah," imbuh Abu Bakar yang dulu dikenal suka lagu-lagu rock.

    Yophiandi

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.