Chand Parwez Kesal Susah Sinyal Tayang di Meikarta Tanpa Izin

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chand Parwez Servia. TEMPO/Nurdiansah

    Chand Parwez Servia. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -Produser Starvision, Chand Parwez, geram karena film produksi perusahaannya, Susah Sinyal diputar secara komersil di bisokop Drive-in Meikarta, Cikarang, Bekasi, tanpa izin. Chand Parwez menilai tindakan itu tidak terpuji, terlebih saat ini dunia perfilman Indonesia tengah terpuruk sebagai dampak pandemi COVID-19.

    “ Saya baru mendapat kabar ini, dan tidak meyangka perusahaan sebesar itu melakukan tindakan yang tidak terpuji. Disaat perfilman Indonesia sedang terpuruk, mereka bukannya membantu tapi justru melakukan hal tidak terpuji. Ini harus ada tindakan tegas dari pemerintah, agar tidak ada lagi yang melakukan hal ini,” ucap Parwez.Petugas mengantarkan makanan kepada pengunjung Sky Parking District 1 yang dilengkapi dengan fasilitas bioskop drive-in, di parkiran pusat perbelanjaan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu, 3 Juni 2020. Bioskop ini baru beroperasi mulai 1 Juni 2020, namun telah mengundang kontroversi karena menayangkan sejumlah film tanpa izin resmi dari produser. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    Selanjutnya, Parwez bersama-sama perusahaan film lainnya akan melakukan tindakan hukum.” Kami sudah ada bukti berupa rekaman video dan mereka juga mengiklankan film-film yang akan tayang, diantaranya ada Susah Sinyal. Kami akan melakukan teguran, somasi, dan kalau tidak ditanggapi, kami akan menempuh jalur hukum,” jelasnya.

    Chand Parwez sebetulnya mengaku senang dengan hadirnya bioskop seperti Drive In Meikarta, asal semua dilakukan secara benar.” Kami menyambut baik apapun bentuknya, baik itu drive thru atau exibition film, asal semua dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar. Kita sangat koperatif, bisa bekerjasama dengan siapapun asal semua sesuai dengan prosedurnya,” tuturnyanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Abai Perbarui Data Pasien Covid-19

    Beberapa pemerintah daerah abai perbarui data pasien positif Covid-19. Padahal, keterbukaan data ini dijamin dalam hukum negara. Berikut detilnya.