Pro Keadilan untuk George Floyd, Kareena Kapoor Tak Nasionalis?

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kareena Kapoor. Instagram.com/@kareenakapoorkhan

    Kareena Kapoor. Instagram.com/@kareenakapoorkhan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bintang Bollywood Kareena Kapoor ikut menyuarakan keadilan terhadap kematian George Floyd, pria 46 tahun asal Afrika-Amerika yang diduga meninggal karena perilaku rasisme yang dilakukan polisi Minneapolis, Amerika Serikat pada Senin, 25 Mei 2020.

    Kareena mengunggah sampul majalah TIME yang memperlihatkan segerombolan polisi mengejar seorang pria berkulit hitam. Tertulis pula tiga tahun yang disinyalir menjadi waktu di saat kejadiaan besar atas rasisme yang dilakukan petugas kepolisian kepada warga Afrika-Amerika. Dan hingga tahun ini rasisme tersebut masih berlanjut. "Amerika, 1968, 2015, 2020. Apa yang telah berubah. Apa yang belum," tulisan pada halaman depan majalah TIME.

    Di antara protes yang bermunculan di seluruh dunia setelah pembunuhan George Floyd, mural bergambar Floyd muncul pada sisa Tembok Berlin. Foto: Omer Messinger/Sipa/AP

    Kareena pun mencantumkan tagar #JusticeForGeorgeFloyd dan emotikon patah hati pada keterangan foto tersebut. Tak disangka aksinya itu justru mendapatkan kecaman dari netizen di kolom komentar.

    Mereka mempertanyakan kenapa Kareena menyoroti kasus di Amerika padahal di India pun, tempat kelahirannya juga masih terjadi kasus rasisme. Menurut mereka seharusnya Kareena sejak lama memperhatikan kasus rasisme di India sebelum akhirnya menyoroti kasus George Floyd.

    "Lol ini (Amerika) bukan negaramu. Kamu tidak tinggal di sini, juga tidak membayar pajak kita. Khawatir tentang negara Anda sendiri," tulis akun @meranaam1990. "Bagaimana dengan kebrutalan polisi di Punjab? !! Lihatlah negara Anda terlebih dahulu!" tulis akun @harvin_sekhon.

    Aktris Kareena Kapoor. Instagram/@therealkareenakapoor

    "Mungkin keren untuk memposting dan menunjukkan bahwa Anda peduli dengan kasus internasional. Selebriti seperti Anda harus memposting tentang kebrutalan di India juga. Mengapa kamu takut untuk mengambil sikap?" tulis akun @mrugakirloskar. "Tidak pernah memposting apapun tentang India dan situasi saat ini, tapi lihat seberapa peduli anda tentang AS," tulis akun @2c.a.n.d.a.d.23.

    Kemarahan publik pecah setelah beredar video yang memperlihatkan seorang polisi menahan George Floyd sambil menindih lehernya dengan lutut dan membuatnya kesulitan bernapas. George Floyd pun sempat meronta kesakitan sebelum akhirnya meninggal dunia. Polisi menahannya atas dugaan mencoba menggunakan uang kertas palsu senilai 20 US Dolar atau setara Rp 295 ribu, untuk pembelian di sebuah toko swalayan. Akhirnya keempat petugas yang terlibat telah dipecat dan kasusnya kini diserahkan ke FBI. Pihak keluarga dan sejumlah pihak menuntut agar para polisi yang terlibat didakwa dengan pembunuhan.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.