Jakarta City Philharmonic Siapkan Konser Amal untuk Para Seniman

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi Pers daring Konser amal kolaborasi Jakarta City Philharmonic Orchestra dan Ditjen Kebudayaan dalam KolaborArtsy pada 21 Mei 2020/Tempo

    Konferensi Pers daring Konser amal kolaborasi Jakarta City Philharmonic Orchestra dan Ditjen Kebudayaan dalam KolaborArtsy pada 21 Mei 2020/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi corona berdampak pada banyak sektor. Ekonomi dan bisnis yang semakin sulit di masa ini membuat banyak pekerja yang dirumahkan atau bahkan terkena putus hubungan kerja. Salah satu kelompok masyarakat yang juga terkena dampak buruk pada situasi ini adalah para pekerja seni tradisional. Banyak di antara mereka yang tidak bisa tampil menyalurkan keahliannya sehingga tidak pula mendapatkan pemasukan. Untuk membantu para pekerja seni tradisional ini, Jakarta City Philharmonic Orchestra bekerja sama dengan Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan membuat konser amal secara daring bertema "Berbagi dalam Keterbatasan”.

    Dalam program yang diinisiasi oleh Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Jakarta City Philharmonic ini, penonton akan disuguhkan pertunjukan orkestra virtual yang menghadirkan musisi seperti Melly Goeslaw, Maruli Tampubolon dan Tohpati. Mereka akan tampil sebagai pelengkap momen kebersamaan saat menanti waktu berbuka puasa. Melalui kampanye ‘KolaborArtsy’, konser yang didukung platform pembayaran digital OVO ini, diharapkan dapat menghibur penonton sambil berdonasi secara nyaman dari rumah. Donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada para penerima manfaat di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lewat kolaborasi dengan BenihBaik.com yang akan memastikan penyaluran donasi dalam bentuk uang tunai langsung ke penerima manfaat. 

    Konser amal kolaborasi Jakarta City Philharmonic Orchestra dan Ditjen Kebudayaan dalam KolaborArtsy pada 21 Mei 2020

    Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid menjelaskan Ditjen Kebudayaan mendukung penuh kolaborasi yang dilakukan oleh Jakarta City Philharmonic dan OVO, karena donasi yang terkumpul akan disalurkan sepenuhnya kepada seniman. Menurutnya, memang saat ini peran teknologi dalam mengangkat luasnya khasanah seni budaya Indonesia semakin nyata, terlebih di tengah situasi yang menuntut para seniman untuk di rumah saja. "Kami apresiasi dan dukung penuh upaya yang dilakukan Jakarta City Philharmonic, yang mengajak masyarakat untuk berbagi dalam keterbatasan, serta dukungan dari OVO dan Benih Baik sebagai platform teknologi sebagai fasilitator upaya dari para seniman Indonesia,” kata Hilmar dalam konferensi pers secara daring pada 21 Mei 2020.

    Selain itu, Hilmar juga menegaskan, saat ini yang diperlukan adalah bersama-sama menghidupkan semangat para pekerja seni budaya di Indonesia agar mereka tetap bisa berkarya tanpa beban karena harus berpikir bagaimana dengan kelangsungan hidup mereka sehari-hari. “Bersama kita bisa membantu dan menguatkan mereka. Dengan semangat yang sama, kolaborasi ini menjadi gerakan yang diharapkan dapat memotivasi gerakan lain nantinya yang bertujuan menggalang dana bagi jejaring dan komunitas seni, ” kata Hilmar.

    Dewan Komisaris Jakarta City Philharmonic Anto Hoed menuturkan bahwa platform teknologi telah membuat mereka dapat terus bekerja, berkarya, dan menyebarkan keindahan musik ke seluruh Indonesia serta dapat membagikan harapan baru kepada para seniman. Ia berharap proyek ini dapat membagikan harapan baru, terutama bagi seniman tradisional yang terkena dampak COVID-19. "Kami dibantu oleh musisi-musisi seperti Maruli Tampubolon, Melly Goeslaw, dan Tohpati untuk membangun semangat berbagi dan menggalang dukungan nasional demi keberlangsungan pekerja seni tradisional di industri seni budaya Indonesia,” tuturnya.

    Kampanye ini dilakukan OVO untuk mendukung industri seni budaya di Indonesia, khususnya seniman tradisional, yang menjadi salah satu segmen pekerja informal paling terdampak dari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi COVID-19. Kegiatan ini diharapkan bisa menghidupkan kembali kegiatan industri seni Indonesia di tengah pandemi melalui sistem pembayaran terintegrasi yang disediakan oleh OVO, di mana penonton dapat mendukung para seniman pilihan mereka. “OVO terus berinovasi untuk membangun semangat berbagi, membantu pemerintah dan mereka yang sangat terdampak pandemi COVID-19,” kata Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra.

    Karaniya menambahkan, OVO bermitra dengan Jakarta City Philharmonic untuk mengadakan pertunjukan orkestra virtual yang dimulai pada 22 Mei 2020. Nantinya, total donasi yang terkumpul akan didistribusikan oleh BenihBaik untuk disalurkan kepada para seniman tradisional di Indonesia yang terkena dampak COVID-19.

    Pada acara yang sama, Co-Founder BenihBaik Anggit Hernowo mengatakan timnya merasa terhormat dapat menjadi bagian dari gerakan mempertahankan eksistensi industri seni Indonesia di tengah pandemi COVID-19. "Tanpa adanya pandemi ini saja, industri seni sering luput dari perhatian. Penting bagi publik dan swasta untuk bermitra selama masa-masa sulit ini,” katanya.

    Konser amal KolaborArtsy ini akan dilaksanakan pada 22 Mei 2020 pukul 16.00 WIB. Masyarakat bisa menikmati live streaming konser daring di Youtube.com/budayasaya, sambil menunggu waktu berbuka puasa dan berpartisipasi secara digital untuk berdonasi dengan mengklik tautan DOKU yang tertanam di bagian deskripsi video Youtube.

    Beberapa karya yang akan dimainkan dalam konser amal ini adalah lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolf Supratman, lagu Varia Ibukota karya Mochtar Embut, lagu Sio Mama karya Melky Goeslaw, lagu Wanita karya Ismail Marzuki, lagi Can-can dari Opera 'Orpheus in Underworld' karya Jacques Offenbach, dan lagu Jatuh Cinta karya Tohpati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.