Warga Padati Pasar dan Mal, Aming: Indonesia Terserah

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aming. Tabloidbintang.com

    Aming. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Aming kembali menyoroti foto dan video kerumunan warga yang memenuhi pusat perbelanjaan di beberapa kota. Aming heran dan tidak mengerti dengan kejadian tersebut bisa terjadi di saat pemerintah mengimbau untuk melakukan physical distancing.

    "Mungkin mandat dari atasnya dah bener, tapi kapasitas tim pelaksana penertibannya zonk kali ya atau sebaliknya," tulis Aming di Instagramnya pada Minggu, 17 Mei 2020.

    Aming pun tidak masalah jika para warga tersebut tidak mematuhi aturan yang ada. Menurutnya itu adalah kebebasan dari masing-masing orang dan menjadi hak absolut bagi masyarakat di Indonesia yang demokrasi.

    "Tapi yang jadi inti masalah pembahasan postingan-postingan saya dari kemarin-kemarin adalah protokol yang benarnya mana sayang? Jaga jaraknya? Cakep tuh udah pakai masker. Eh jangan ngimpi ming, disuruh ngantri aja masih lebih jago itik," tulis Aming.

    Selain itu yang membuat Aming tambah geram adalah banyaknya warga yang sebenarnya mampu namun masih mengharapkan bantuan dari donatur untuk kelangsungan hidupnya. "Trus katanya lagi pada susah. Minta-minta dibantu. Protes lebay! (giliran bansos segala macem kaga sampai-sampai). Tapi itu belanja bisa bingit. Mending jual tuh motor atau balikin tuh motor leasingan, tabung duitnya. Buat makan setahun ke depan bakal susah bro!" tulis Aming.Warga berbelanja pakaian yang dijual pedagang kaki lima di atas trotoar Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta, Senin pagi, 18 Mei 2020. Meski kawasan niaga Pasar Tanah Abang masih tutup selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun sebagian pedagang pakaian tetap menggelar lapaknya. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Menurutnya, para warga tersebut tidak berpikir untuk jangka panjang dan hanya peduli dengan kesenangannya yang sesaat ketika berbelanja. Padahal uang tersebut bisa ditabung untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak ke depannya karena tidak ada yang tahu kapan pandemi ini berakhir.

    "Giliran sakit, pasien membludak. Yang berobat ga kepegang. Nyalahin petugas medis, nyalahin RS, puskemas, nyalahin pemerintah. Koar-koar di sosmed. Playing victim, padahal mental sama kesadarannya bermasalah. Paling mentok bilang takdir Alloh!!!! Hadeuh bambang takdir mah pasti nasib mah kita yang milih," tulis Aming.

    Beberapa kejadian tersebut hanya sebagian kecil saja yang viral di media sosial. Aming tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa berharap supaya masyarakat yang keluar rumah untuk mematuhi peraturan dengan jaga jarak antar sesama.

    "Udah ah sekarang yang waras ngalah, yang mau di rumah, di rumah aja, yang harus keluar karena harus kerja cari makan sama yang bosen pengen nongkrong, mau main, mau bukber, bebas, terserah. Asal tolong pake protokol yang benar dan jaga jarak 2 meter! Semoga Tuhan senantiasa melindungi. Indonesia, terserah!" tulis Aming.

    MARVELA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?