Rencana Madonna Adopsi Anak Terancam Gagal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, London: Rencana biduanita Amerika Serikat Madonna untuk mengadopsi seorang anak dari Afrika terancam gagal. Keluarga dari anak tersebut kabarnya tidak menyetujui rencana Madonna.

    Awal tahun ini, Madonna mengirimkan perwakilannya ke Malawi untuk bertemu dengan nenek dari anak berusia tiga tahun yang ingin diadopsi Madonna. Anak itu sendiri bernama Mercy James. Namun, rencana Madonna dihalang-halangi nenek sang anak, Lucy Chekechiwa (64 tahun).

    Chekechiwa dikabarkan menolak menandatangani surat penyerahan adopsi Mercy. Penolakan Chekechiwa ternyata mengundang amarah dari anggota keluarga lainnya.

    Kakek James, Saxon Maunde (68 tahun), telah mengajukan surat kepada Madonna yang menyatakan dirinya akan memfasilitasi langsung pengadopsian tersebut.

    Saxon, yang sudah cerai dari Lucy, mengaku tidak diberitahu mengenai adopsi tersebut secara langsung. Oleh sebab itu, Saxon meminta agar Madonna langsung mengontaknya.

    "Saya berharap ia bisa datang kembali dengan proposal (adopsi)," ujar Saxon seeperti dikutip Daily Star, Minggu (7/9). "Jika ia bisa bertemu dengan saya, tentu tidak akan ada masalah. Sebab, saya bisa menjelaskan kepada keluarga kami keuntungan dari adopsi tersebut. Jika mereka sudah mengerti pentingnya adopsi itu, maka adopsi anak tersebut akan berjalan lancar."

    Ibu Mercy, Mwandinda, sendiri meninggal tidak lama setelah melahirkan Mercy. Saat itu, usia Mwandida baru 18 tahun. Penyebab kematian Mwandinda tidak pernah diketahui. Ayah Mercy sendiri tidak pernah mengurusi Mercy.

    Madonna pertama kali melihat Mercy di Pusat Perawatan Yatim Piatu Kondanani di Blantyre pada 2006. Saat itu, Madonna menyebut Mercy sebagai "bidadari tersenyum". 

    Dengan kendala dari dalam keluarga Mercy, Madonna mungkin membatalkan rencana mengadopsi Mercy. Penyanyi berusia 50 tahun ini telah mengadopsi David Banda (2 tahun) dari Malawi pada 2006.

    Daily Star| Kodrat Setiawan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.