Lisa Blackpink Dapat Ancaman, YG Entertainment Janji Lindungi

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lisa Blackpink saat menghadiri acara temu penggemar yang diselenggarakan oleh brand makeup Moonshot. (Koreaboo)

    Lisa Blackpink saat menghadiri acara temu penggemar yang diselenggarakan oleh brand makeup Moonshot. (Koreaboo)

    TEMPO.CO, JakartaLisa Blackpink mendapat banyak ancaman dari para pembenci. Hal ini diungkapkan oleh Kedutaan Besar Thailand di Korea Selatan yang menerima berbagai laporan berupa bukti ancaman-ancaman melalui media sosial kepada Lisa.

    "Dari tanggal 2 hingga 6 Mei, kami telah menerima banyak email dan pesan langsung (DM) mengenai ancaman yang dilakukan secara online terhadap kehidupan Lisa," tulis Kedutaan Besar Thailand di Twitter pada Kamis, 7 Mei 2020.

    Dalam cuitannya itu, mereka mengatakan sudah melaporkannya kepada agensi yang dinaungi Lisa, YG Entertainment. Kedutaan Besar Thailand juga menjelaskan bahwa mereka telah turun tangan untuk menawarkan bantuan karena Lisa adalah warga negara Thailand yang bekerja di Korea. Sehari setelahnya pihak YG Entertainment langsung menanggapinya dan menindak serius kasus yang menimpa artisnya tersebut.

    Satu personel girlgroup asal Korea, Lisa Blackpink, meraih gelar sebagai wanita tercantik di Asia, dalam versi menurut daftar Asia Most Beautiful Faces 2019 oleh TC Candler. Instagram/@lalalalisa_m

    "Di YG Entertainment, kami melakukan yang terbaik untuk keselamatan dan perlindungan artis dan penggemar kami," kata YG Entertainment dikutip dari Soompi pada Jumat, 8 Mei 2020.

    Mereka juga mengatakan akan berusaha mengumpulkan seluruh bukti yang dibantu oleh para penggemar serta berjanji akan menindak tegas terhadap pelaku yang sudah mengancam artisnya.

    "Kami menyadari situasi saat ini, dan tidak hanya melakukan pemantauan konstan kami sendiri, tetapi kami juga mengumpulkan dan melalui informasi yang dikirimkan kepada kami oleh penggemar. Kami akan mengambil tindakan tegas terhadap ancaman-ancaman ini," katanya.

    MARVELA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.