Adi Kurdi Pernah Disangka Mahasiswa IKJ karena Penampilannya

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adi Kurdi. TEMPO/Nurdiansah

    Adi Kurdi. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor senior, Adi Kurdi pernah disangka sebagai mahasiswa oleh salah seorang mahasiswanya di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Kejadian tersebut terjadi sekitar 1980, Adi Kurdi berpenampilan rapih, dengan wajah tampan, awet muda serta perawakannya relatif kecil.

    Rachman Jacob sebagai mahasiswa baru yang akan mengikuti kuliah pertama saat itu mengira kalau Adi Kurdi adalah mahasiswa seperti dirinya. Begitu melihat Adi Kurdi datang di saat kelas masih sepi, Rachman mengira bahwa ia adalah mahasiswa juga. "Mana yang lain?" kata Adi Kurdi saat itu bertanya kepada Rachman.

    Kemudian Rachman langsung dengan spontan menjawab "Ngapain lu nanya-nanya duduk aja di situ," kata Rachman. Seketika Adi Kurdi langsung menuruti kata-kata Rachman untuk duduk di Teater Luwes.

    Akhirnya mahasiswa lainnya datang dan si Abah dalam sinetron Keluarga Cemara itu memperkenalkan diri sebagai dosen. "Saya kaget dan badan saya gak karu-karuan, pengen kencing, pengen beol, mual dll," kata Rachman saat menuliskan kenangannya tentang Adi Kurdi pada Jumat, 8 Mei 2020.

    Setelah kelas selesai, Adi Kurdi langsung menghampiri dan memegang bahunya sambil berkata, "Lu kira saya mahasiswa ya." Seketika wajah Rachman memerah sambil mengiyakan pertanyaan tersebut dan meminta maaf. Namun ternyata Adi Kurdi tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang serius dan memakluminya.

    Semester tersebut menjadi semester terakhir Adi Kurdi mengajar di sana. Walaupun begitu, Adi Kurdi masih sering datang dan Rachman menjadi dekat dengannya. Selain menekuni kesenian teater, Adi Kurdi juga tertarik dengan silat.

    "Hampir setiap kali ketemu kami diskusi masalah silat. Saya memahami silat Cimande dan beliau adalah Pendekar Bangau Putih, murid langsung dari Suhu Subur Raharja. Beliau seangkatan mas Rendra,"kata Rachman.

    Adi Kurdi meninggal di usia 71 tahun pada Jumat, 8 Mei 2020 di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), Jakarta Timur.

    MARVELA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.