Gitar Gosong Terjual Rp 4,8 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gitar Jimi Hendrix jenis Fender Stratocaster

    Gitar Jimi Hendrix jenis Fender Stratocaster

    Gitar Fender Stratocaster Jimi Hendrix TEMPO Interaktif, London:Inilah buah ketenaran. Apa pun yang disentuh selebritas kondang bisa "menjadi" emas. Lihat saja gitar Jimi Hendrix jenis Fender Stratocaster 1965. Gitar itu dibakar sang legenda rock itu diakhir pertunjukannya di Astoria, Finsbury Park, London Utara pada Maret 1967. Kini gitar itu laku Rp 4,8 miliar.

    Gitar ini bisa selamat karena aat kejadian itu, petugas segera berusaha memadamkan api. Jimi sendiri sempat tersengat api, walau cuma sedikit.

    Di tengah keributan itu, akhirnya juru bicra Tony Garland menyelamatkan gitar itu dan menyimpan di garasi rumah orang tuanya di  Hove, East Sussex, Inggris.

    Berbeda dengan Jimi Hendrix yang menjadi terkenal karena aksi membakar gitar di panggung, gitar itu kemudian dilupakan orang selama 40 tahun. Baru tahun lalu keponakan Garland menemukan kembali gitar itu.

    Gitar itu kemudian dibeli oleh kolektor Daniel Boucher. Dia memang senang membeli barang-barang yang terkait dengan sejarah rok. "Saya pikir rela harus beli (gitar) itu sedikit lebih mahal. Saya akan main dengan gitar itu," katanya.

    "Gitar itu telah mengubah musik. Dia melambungkannya ke level yang tak bisa Anda rais. Ini sebuah investasi, tapi bukan investasi dalam bentuk uang. Saya sangat suka gitar ini," kata Boucher.

    Gitar itu terjual dalam sebuah lelang bertema "Bukan Sekadar Rock & Roll" di Generation Galeri di London. Gitar itu terjual 280 ribu pound sterling atau sekitar Rp 4,8 miliar.

    Selain gitar Jimi, juga dijual buku catatan terakhir rocker Jim Morrison. Buku catatan rocker dari grup The Doors itu berisi puisi, liri dan pikiran-pikiran Morrison sebelum dia meninggal. Buku itu terjual 58 ribu pound sterling.

    Telegraph | BS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.