Lewat Lagu, Didi Kempot Minta Masyarakat Tak Mudik

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengusung poster ucapan duka cita untuk mengenang penyanyi campursari Dionisius Prasetyo atau Didi Kempot yang meninggal dunia di Solo, Jawa Tengah, Selasa 5 Mei 2020. Didi Kempot meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, Selasa (5/5/2020), dan rencananya akan dimakamkan di tempat kelahiran Ngawi, Jawa Timur. ANTARAFOTO/Maulana Surya

    Warga mengusung poster ucapan duka cita untuk mengenang penyanyi campursari Dionisius Prasetyo atau Didi Kempot yang meninggal dunia di Solo, Jawa Tengah, Selasa 5 Mei 2020. Didi Kempot meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, Selasa (5/5/2020), dan rencananya akan dimakamkan di tempat kelahiran Ngawi, Jawa Timur. ANTARAFOTO/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Jakarta - Baru-baru ini almarhum Didi Kempot menggelar konser amal. Ia menciptakan dua lagu semasa pandemi corona, yakni Aja Mudik (Jangan Mudik) dan Tamba Teka Lara Lunga (Obat datang penyakit hilang).

    Untuk lagu Aja Mudik, Didi sengaja membuatnya agak menggelitik dan menghibur dengan gaya jenaka sehingga mudah diingat. Ia menciptakan lagu ini ketika semua orang berada di rumah dalam situasi tegang karena pandemi corona.

    “Saya ngasih imbauan tapi dengan gaya jenaka. Jadi kalimat-kalimat Jawa kuno seperti mak bedunduk, mak pethungul, virus corona nengapa kowe njedhul,” ujar Didi Kempot kepada Tempo, Senin petang, 4 Mei 2020.

    Ia kemudian menyanyikannya seperti dengan notasi lagu anak-anak. Ternyata respons lagu ini cukup bagus dan diterima banyak orang. Ternyata banyak yang menonton videonya, anak kecil pun dengan mudah menghapal lagu itu. “Ada jenakanya biar orang bisa tersenyum, eh ini kan bahasa dulu. Kalau wong Jawa kan, iki basa mbiyen ki mak bedunduk mak pethungul,” katanya lagi.

    Didi juga menjelaskan kalimat-kalimat itu dan sudah dimengerti pula oleh anak-anak muda. Dalam Bahasa Jawa, mak bedunduk berarti tiba-tiba, mak pethungul itu nongol. “Tiba-tiba nongol virus corona. Kan kita enggak nyangka semua yang akan terjadi di negara ini bahkan di dunia, betul-betul tiba-tiba, mengapa bisa muncul," katanya.

    Saat menciptakan lagu ini, ia memaklumi betapa kerinduan masyarakat untuk mudik. Namun dengan adanya virus ini sudah terbukti banyak yang menjadi korban. Banyak yang datang dan menularkan kepada keluarga atau kerabatnya.

    Karenanya ia mengimbau agar masyarakat tak nekat pulang dan mengorbankan diri hingga memakai segala cara seperti menyempil di bak truk, ditutup terpal. “Selama perjalanan susah napas, risiko tinggi, belum lagi sampai di rumah malah menulari. Imbauan ini untuk kebaikan,” ujarnya lagi.

    Ia menekankan imbauan ini datang dari semua pihak dari pemerintah, musisi, ulama kepada masyarakat. Jika wabah ini sudah berlalu, semua bisa bersilaturahmi, berkumpul bersama keluarga, berlebaran, berbagi cerita. Saat ini yang paling penting, katanya, berfokus menyelesaikan semuanya segera.

    Tak hanya mengimbau masyarakat, para sobat ambyar, Didi juga meminta hal yang sama kepada keluarganya di Jakarta. Ia sempat bercerita ia ditawari manggung di sebuah stasiun televisi pada 5 Mei 2020. Tetapi karena mengikuti aturan pemerintah, ia memutuskan menolak acara itu serta meminta maaf kepada pengundang. Tiara Idol bersama Didi Kenpot. Foto/Instagram/Tiaraandini

    Didi mengakui masih ada undangan manggung, tetapi ia memutuskan untuk menundanya semua.  Menurutnya ada beberapa saudaranya tinggal di Jakarta, mereka pun juga memutuskan untuk tidak mudik dulu sementara waktu.”Nggak mungkin masuk Jakarta nanti balik lagi, nggak enak sama keluarga, tetangga apalagi," katanya.

    Di video klip agu Aja Mudik, Didi Kempot juga melibatkan beberapa pejabat tinggi kota Surakarta seperti Walikota Surakarta F. X Hadi Rudyatmo, Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol (Inf) Wiyata Sempana Aji dan Kapolres Surakarta AKBP Andy Rifai. Terlihat pula para anggota TNI dan Polisi bergoyang dengan iringan lagu ini.

    MAHARDIKA SATRIA | DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.