Didi Kempot Meninggal

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Didi Kempot menghibur penggemarnya dalam penampilan bertajuk

    Penyanyi Didi Kempot menghibur penggemarnya dalam penampilan bertajuk "Konser Ambyar" di kawasan Kuta, Badung, Bali, Sabtu 14 Maret 2020 dini hari. Dalam konsernya, Didi Kempot yang dijuluki "The Godfather of Broken Heart" itu menyanyikan sejumlah lagu andalannya seperti Cidro, Stasiun Balapan, Kalung Emas, Layang Kangen dan Pamer Bojo. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar duka kembali datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi campursari dengan nama lahir Dionisius Prasetyo alias Didi Kempot meninggal pada Selasa, 5 Mei 2020 pagi.

    Kabar meninggalnya pelantun Pamer Bojo itu diketahui pertama kali dari pesan yang beredar. Dikabarkan Didi kempot meninggal dunia pada pukul 07.45 WIB.

    Didi Kempot meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai penyebab meninggalnya Didi Kempot dan juga mengenai info pemakaman.Portrait penyanyi campursari Didi Kempot di salah satu hotel di Kemayoran, Jakarta. Fenomena kembali populernya Didi Kempot di kalangan milenial menjadi warna tersendiri di dunia musik Indonesia. TEMPO/Rivan Awal Lingga

    Didi Kempot wafat pada usia 53 tahun. Penyanyi yang dijuluki The Godfather of Broken Heart itu dikenal dengan lagu-lagu bertemakan patah hati.

    Nama Didi Kempot kembali mencuat dalam beberapa tahun terakhir terutama di kalangan anak muda. Sederet konser pun telah dilakukan oleh Didi Kempot dengan penonton anak muda.

    Didi Kempot juga berencana menggelar konser Akbar di Stadion Gelora Bung Karno pada 10 Juli 2020 mendatang. Namun konser tersebut urung dilaksanakan setelah sang legenda menghembuskan nafas terakhirnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.