Empati Sosial Indah Sita Nursanti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan personel kelompok musik Rida Sita Dewi (RSD), Indah Sita Nursanti di Jakarta, Jumat, 11 Agustus 2006. [TEMPO/Ken Arini Y]

    Mantan personel kelompok musik Rida Sita Dewi (RSD), Indah Sita Nursanti di Jakarta, Jumat, 11 Agustus 2006. [TEMPO/Ken Arini Y]

    TEMPO Interaktif, Jakarta: Indah Sita Nursanti, 34 tahun, hanya mengulum senyum saat ditanyai komentarnya tentang bulan Ramadan. "Tidak ada yang berubah, aku menjalani rutinitas seperti biasa. Yang berubah, aku makin meningkatkan empati sosial," ujarnya saat ditemui di acara perayaan Seratus Tahun Cokelat Toblerone beberapa waktu lalu di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat.

    Mantan trio vokal Rida Sita Dewi ini mengatakan, yang ia maksudkan meningkatkan empati sosial adalah pada setiap kesempatan ingin lebih peka dan peduli terhadap kegiatan sosial. Dia menyebutkan dukungannya di acara program kemanusiaan Seratus Tahun Toblerone, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia, sebagai salah satu bentuk empati sosial. "Sejak kecil aku suka sekali kegiatan sosial. Bagiku, berteman dengan berbagai kalangan akan mendatangkan banyak manfaat," ucapnya.

    Sita, yang kini memiliki kesibukan sebagai penyiar radio, teater, film layar lebar, musik, presenter, dan sesekali menjadi bintang tamu di berbagai acara, berpesan bahwa meningkatkan empati sosial hukumnya wajib. "Apalagi zaman sekarang masyarakat merasakan kesulitan hidup setelah kenaikan harga BBM. Aku sih kepikiran, bila kita lebih berempati terhadap mereka yang membutuhkan, maka makna Ramadan menjadi penting, yang bisa dilakukan di kehidupan sehari-hari," dia menambahkan.

    Selama Ramadan, Sita selalu menyempatkan diri berkumpul bersama keluarga dan teman-teman tercinta. Maklumlah, salah satu pelakon dalam film Soe Hok Gie dan Biarkan Bintang Menari ini tinggal di rumah kos sendirian di Ibu Kota, sementara keluarga besarnya ada di Bandung. "Aku sih tidak pernah kesepian. Teman dan saudaraku banyak. Kalau perlu mereka, tinggal telepon," ujar nona berwajah manis ini, tersenyum.

    Demi empati sosialnya, tanpa sungkan Sita sering melebur bersama masyarakat masjid di tempat kosnya saat salat tarawih dan subuh. Bila sedang tidak sibuk, ia senang bergaul bersama para ibu dan anak-anak. "Biasanya mereka mengajak berbagi cerita atau sharing berbagai masalah sosial. Kegiatan ini mengasyikkan, ilmu berjalan, banyak hal yang aku ketahui dari cerita mereka," bisiknya serius.

    Hadriani P


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.