Hari Tari Sedunia, Koreografer dan Penari Menari via Daring

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penari menampilkan tarian karya Eko Supriyanto dengan judul

    Penari menampilkan tarian karya Eko Supriyanto dengan judul "Cry Jailolo" dalam gladeresik di Gedung Kesenian, Jakarta, 5 November 2014. Pertunjukan tarian tersebut termasuk dalam rangkaian acara Festival tari bertaraf internasional yang digelar dua tahunan Indonesia Dance Festival (IDF). Tempo/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta -Sejumlah penari dan koreografer kondang akan menari bersama pada Rabu, 29 April 2020 secara online atau daring. Mereka menari dari rumah dan sanggar masing-masing seharian secara bergantian mulai pagi hingga sore dan berdiskusi dalam peringatan Hari Tari Sedunia.

    Para penari dan koreografer yang sudah dikenal masyarakat itu tampil di acara bertajuk ISI Solo 24 Jam Menari Dialektika 24 Jam Biosphere VS Cybersphere. Mereka adalah Elly D. Luthan, Melati Suryodarmo, Rianto, Eko Supriyanto, Hartati, Kadek Puspasari, Faturahman, Nanu Munajar, Jarot B. Darsono, Yoyok B. Priambodo, Alfianto, Wahyu S.P. M dan Iwan Dadijono.
    Mereka akan mulai menari sejak pukul 10.00-17.00 WIB.

    Helatan tari ini merupakan kerja inisiatif dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yang diinisiasi oleh Eko Supriyanto. “Tidak hanya tampilkan koreografi, tapi juga mendiskusikan biosphere vs cyberspere ini. Bagaimana menyikapi pandemi dengaan tari sekaligus merayakan hari Tari Sedunia,” ujar Eko kepada Tempo, Selasa, 28 April 2020.

    Selain kreasi dari ISI Solo, inisiatif menari bersama secara daring juga akan dihelat oleh Keluarga Tari Indonesia. Pertunjukan tari secara daring ini merupakan inisiatif kedua dari Keluarga Tari Indonesia. Inisiatif pertama telah berlangsung pada 24 April 2020 saat peringatan Hari Bumi. Dalam Festival Taliwang Eko Supriyanto menampilkan empat tarian: tari barapan kebo, kolong, benteng berinas, dan kareng. Dok. Kemenparekraf

    Para penari profesional, amatir, pelajar menyumbangkan gerak koreografi tari mereka dalam Sujud Bumi. Mereka membuat video yang berdurasi satu menit diunggah di akun media sosial masing-masing dengan tagar #sujudbumi. “Ini terbuka bagi siapa pun tak hanya para koreografer atau penari, tapi yang bersentuhan dengan tari,” ujar Hartati, salah satu penggagasnya.

    Untuk peringatan Hari Tari Sedunia ini, siapa pun diperbolehkan mengunggah video koreografi karya mereka. Video berdurasi satu menit dengan koreografi bertema, gaya, musik apa pun dengan teks Doa Tari Indonesia, sinopsis, dan tim kerja. Karya harus diunggah di akun media sosial serentak mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB, tidak mengandung unsur pornografi serta mematuhi nilai kesopanan dan kesantunan.

    Saat mengunggah kreasi mereka, para penari atau koreografer harus memasang beberapa tagar seperti #worlddanceday #menariitusehat #haritaridunia #tariindonesia #arsiptariIndonesia #dirumahaja dan beberapa tagar lainnya.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto