Wabah Corona, 60 Figur Publik Menyanyikan Lagu Karya Erros Djarot

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 60 figur publik menyanyikan lagu berjudul Ulurkan Tangan karya Erros Djarot melalui daring. Foto: Youtube Erros Djarot's Creative Corner

    Sebanyak 60 figur publik menyanyikan lagu berjudul Ulurkan Tangan karya Erros Djarot melalui daring. Foto: Youtube Erros Djarot's Creative Corner

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 60 figur publik dari berbagai generasi dan kalangan menyanyikan karya Erros Djarot. Sebuah lagu berjudul Ulurkan Tangan berisi ajakan untuk tetap optimistis, semangat, dan bergotong royong selama wabah corona.

    Dalam konferensi pers daring, tampak Erros Djarot bersama beberapa figur yang turut bernyanyi, seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Bogor Bima Arya, penyanyi Titi D.J, Aurelie Moeremans, Banyu Biru Djarot, dan beberapa tokoh lain. Karya ini sebagai ajakan dan penyemangat untuk publik, sekaligus menggalang donasi.

    Erros Djarot memperhatikan bagaimana wabah corona menyebar dari kasus pertama di Wuhan, Cina, hingga sampai ke Indonesia. Dia pun sudah mengingatkan bakal terjadi bencana kemanusiaan. "Kita dihadapkan pada situasi dramatik, sangat mengerikan. Janganlah kita menambah beban lagi. Saya bilang, bagaimana kita menyemangati, jangan dengan lagu melow," ujar Erros Djarot saat konferensi daring, Rabu, 22 April 2020.

    Dia kemudian menciptakan sebuah lagu yang liriknya optimistis dan nada bersemangat. Musikus ini mengatakan hanya butuh waktu sehari menciptakan lagu Ulurkan tangan. Kemudian dia meminta putranya, Banyu Biru Djarot untuk menghubungi para figur publik yang bisa ikut menyanyi.

    Selain nama-nama yang sudah disebutkan tadi, ada Hengky Kurniawan, Lexindo Hakim, Mahfud MD, Panut Mulyono, Rahmat Gobel, Teten Masduki, Wimboh Santoso, Aurélie Moeremans, Cinta Laura, Danang Pradana, Fadly-PADI, Farman Purnomo, dan Fryda Lucyana. Ada pula Isyana Sarasvati, Lala Karmela, Lea Simanjuntak, Marcella Zalianty, Nana Mirdad, Putri Ayu, Rian D’MASIV, Roy Martin, Rudy Choiruddin, Slamet Rahardjo, Tina Toon, dan lainnya.

    Ganjar Pranowo dan Bima Arya senang dengan insiatif ini. Ganjar mengatakan sekarang saatnya bangkit dari kondisi yang menekan. "Tak usah nyinyir, marah-marah, atau memarahi yang lain. Saatnya saling menyemangati, kolaborasi ini penting untuk kemanusiaan," ujarnya.

    Bima Arya yang telah menjalani perawatan selama 22 hari karena positif Covid-19, mengatakan pengalamannya itu adalah ujian yang sangat berat. Bukan saja untuk diri pribadi tapi juga ujian kemanusiaan dan kebangsaan. "Kita membutuhkan energi yang besar untuk memaknai ujian ini. Kalau sudah satu frekuensi, Insya Allah bisa dilalui. Optimistis, semangat, dan positif," ujarnya.

    Pada kesempatan itu, Erros Djarot mengajak masyarakat untuk membantu sesama. "Saya mengetuk hati semua dermawan agar mengulurkan tangan dan cintanya buat membantu semua saudara-saudara kita yang hari ini menderita dan hidup susah di masa ini," kata Erros Djarot.

    Erros Djarot's Creative Corner atau EDCC menggandeng KagamaCare, sebuah lembaga alumnus di bawah naungan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada, untuk menyalurkan hasil donasi yang didapatkan. Saat ini KagamaCare telah menyalurkan bantuan ke 48 rumah sakit, 37 puskesmas, serta 5 lembaga lain di 20 propinsi. Mereka juga berencana menyumbang untuk ketahanan pangan di 10 propinsi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?