Pesan Galak Melly Goeslaw untuk Hijaber: Jangan Pencitraan

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Melly Goeslaw. Instagram.com/@melly_goeslaw

    Melly Goeslaw. Instagram.com/@melly_goeslaw

    TEMPO.CO, Jakarta - Musisi dan penyanyi, Melly Goeslaw meminta para pengikutnya untuk tidak mengunggah menu makanan sahur dan buka puasa di masa pandemi covid. Ia mengungkapkan harapannya melalui unggahan pesan di akun Instagramnya pada Kamis malam, 23 April 2020. 

    "Gak usah posting menu sahur dan buka puasa ya gaiiiiiis. Banyak yang sahur cuma pake kerupuk bahkan gak bisa sahur sama sekali," tulisnya pada layar hitam itu. Ramadan 2020 memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya lantaran terjadi di tengah pandemi Corona. 

    Istri musisi Anto Hoed ini juga memiliki pesan khusus untuk hijaber selebgram agar menahan diri untuk tidak pamer di saat orang lagi kesusahan karena terdampak wabah corona. Khusus untuk pesan ini, ia menggunakan kalimat yang benar-benar menonjok. 

    Melly Goeslaw mengisi masa social distancing di rumah dengan merias diri (Instagram/@melly_goeslaw)

    "Buat hijaber dikontrol postingan fotonya, jangan captionnya religius tapi fotonya nenteng Hermes. Kurang-kurangin pencitraannya sebab Piala Citra kagak ada kategori seolah-olah," ujarnya. 

    Ia kemudian menambahkan keterangan foto yang tak kalah menohok untuk netizen. "Seperti tahun-tahun sebelumnya. Mulai besok selama Ramadan, komen saya tutup untuk menghindari tangan-tangan yang terlalu supel, mudah mengetik kata-kata yang kurang baik." 

    Unggahan keras Melly ini menarik perhatian netizen dan disukai lebih dari 116 ribu netizen. Komentar atas unggahan ini juga banyak, mencapai lebih dari 3.200 komentar. 

    "TETEHHHHHH," tulis Ernest Prakasa dengan menambahkan emotikon tertawa. "Ahahahahaha sikat Teh," ucap Momo Geisha. "Kategori seolah-olah! Ah! Lol," kata Wafda. "Jegeeeeer!" ujar Adinia Wirasti.  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.