The King: Eternal Monarch Tuai Kontroversi, Produser Minta Maaf

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuplikan drama Korea The King: Eternal Monarch. Instagram.com/@sbsdrama.official

    Cuplikan drama Korea The King: Eternal Monarch. Instagram.com/@sbsdrama.official

    TEMPO.CO, Jakarta -Tim produksi serial The King: Eternal Monarch meminta maaf dan akan membuat perubahan pada drama tersebut menyusul kritik yang datang atas arsitektur yang menyerupai kuil Jepang dalam tayangannya. Kontroversi ini muncul setelah episode awal memperlihatkan dunia fiksi dari kekaisaran Korea yang digambarkan pada video pembuka.

    Video ini menunjukkan gambar-gambar yang mirip dengan kuil-kuil Jepang salah satunya kompleks kuil Todai-ji. Banyak yang berspekulasi jika istana kekaisaran Korea dalam drama itu dipengaruhi oleh Jepang. Bangunan lain yang diduga menginspirasi adalah kuil Jepang Kofuku-ji.

    Beberapa penonton juga melihat kesamaan antara Segel Kekaisaran untuk Kekaisaran Korea fiksi dan Segel Kekaisaran Jepang yang sebenarnya. Kemiripan ini menjadi masalah besar lantaran Korea dan Jepang memiliki sejarah konflik yang panjang. Hal ini mengingatkan masyarakat Korea akan peristiwa yang terjadi setidaknya pada abad ketujuh.

    Tim produksi The King: Eternal Monarch pun mengeluarkan pernyataan permintaan maaf atas masalah yang timbul. Berikut adalah isi pernyataannya, dilansir Soompi, Rabu, 22 April 2020. "Kami ingin menyampaikan pernyataan dari Hwa & Dam Pictures mengenai masalah kontroversi yang terjadi saat ini. Pertama, kita akan membahas cap atau segel kekaisaran dari Kekaisaran Korea," kata mereka.Kim Go Eun dalam drama terbaru The King: Eternal Monarch. Youtube/SBS Drama

    Untuk mewakili monarki konstitusional di mana Majelis Nasional atau Cabang Eksekutif berpusat di sekitar keluarga kekaisaran, tim produksi mengaku menciptakan segel Kekaisaran Korea dengan desain 'bunga plum ganda' yang dirangkai oleh bunga lain. "Ini sama sekali tidak terkait dengan Segel Kekaisaran Jepang," kata tim produksi.

    Tim lalu membahas produksi video judul. Pertama, dalam kasus pagoda kayu, mereka menggunakan pagoda kayu lima tingkat Baekje, yang dipajang Kompleks Reproduksi Sejarah Baekje, sebagai pangkalan. "Kami berharap bahwa kami tidak akan menimbulkan kesalahpahaman dengan merancang bangunan kayu fiksi dengan menciptakan kembali pagoda kayu yang terlihat dalam catatan sejarah," katanya.

    Namun, dalam kasus pagoda kayu dua lantai, tim menggunakan fitur kuil Buddha Korea dan istana kerajaan Cina sebagai dasar untuk membuat pagoda kayu fiksi. Mereka juga telah memverifikasi bahwa beberapa fitur kuil Jepang digunakan dalam proses tersebut. "Itu jelas kesalahan kami, tidak peduli alasannya, karena kami tidak memperhatikan setiap detail dalam proses mendesain dunia fiksi Kekaisaran Korea, dan kami dengan tulus meminta maaf," kata tim produksi.

    Tim produksi berjanji segera memperbaikinya, dan akan memastikan bahwa penonton tidak akan merasa tidak nyaman lagi ketika menonton pertunjukan dari episode tiga dan seterusnya.

    "Kami juga akan memperbaikinya dalam tayangan ulang dan layanan video-on-demand untuk episode yang telah ditayangkan. Kami sekali lagi meminta maaf, dan kami akan mencoba yang terbaik untuk membuat drama berkualitas tinggi," kata tim produksi The King: Eternal Monarch.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.