Ernest Prakasa Bicara Soal Repost Unggahan Komika: Ini Merugikan

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komika sekaligus Sutradara dan pemeran dalam film Cek Toko Sebelah Ernest Prakasa saat ditemui usai peluncuran Cek Toko Sebelah The Series di kawsan Kuningan, Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018. Serial ini dibintangi oleh Ernest Prakasa, Chew Kin Wah, Dodit Mulyanto, Arafah Rianti, Dion Wiyoko, Gisella Anastasia serta Adinia Wirasti.TEMPO/Nurdiansah

    Komika sekaligus Sutradara dan pemeran dalam film Cek Toko Sebelah Ernest Prakasa saat ditemui usai peluncuran Cek Toko Sebelah The Series di kawsan Kuningan, Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018. Serial ini dibintangi oleh Ernest Prakasa, Chew Kin Wah, Dodit Mulyanto, Arafah Rianti, Dion Wiyoko, Gisella Anastasia serta Adinia Wirasti.TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -  Komika Ernest Prakasa mengungkapkan keresahannya selama ini terhadap akun-akun Instagram yang mengunggah kembali materi stand up comedy tanpa izin. Ernest akhirnya buka suara karena akun-akun tidak bertanggung jawab tersebut semakin merajalela dan merugikan komika.

    "Belakangan memang lagi banyak banget akun Instagram yang modal repost doang. Yang dia lakukan adalah membuat akun lalu merepost berbagai macam konten komedi biasanya atau yang unik-unik terus nanti kalau followersnya banyak dia jualan, paid promote atau endorse," kata Ernest di Instagram TV-nya pada Minggu, 19 April 2020.

    Awalnya Ernest merasa fenomena itu tidak merugikan pihak manapun. Bagi masyarakat yang mengikuti akun tersebut akan menikmatinya sebagai hiburan gratis. Pemilik akun-akun juga mendapatkan kesempatan untuk menghasilkan uang dari iklan. Sedangkan bagi komika yang materinya diupload juga akan mendapatkan promosi dari akun tersebut. "Sepintas ini win-win tidak ada yang dirugikan tapi sebenarnya ini merugikan," kata Ernest.

    Komika sekaligus sutradara Ernest Prakasa menjadi pembicara dalam Kelas Skenario untuk Pemula di Ruang & Tempo, Gedung Tempo, Jakarta, Ahad, 27 Januari 2019. Dalam kelas ini, peserta diberikan materi membuat premis cerita, menciptakan karakter yang kuat, dan menyusun plot menggunakan metode "8 sequnce". TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    Sutradara film Cek Toko Sebelah itu menjelaskan adanya beberapa kerugian dari kegiatan tersebut salah satunya adalah asas keadilan. Setiap komika membutuhkan proses yang tidak mudah untuk membuat materi stand up comedy sampai tampil di atas panggung. Sehingga menjadi tidak adil jika ada pihak yang mencuri atau mengambil tanpa izin kemudian dijadikan hak milik untuk mendapatkan banyak followers kemudian mendapatkan uang dari paid promote atau endorse.

    "Tidak semua komika senang materinya diupload, ada banyak alasan kenapa tidak senang materinya diupload," kata Ernest. Bisa saja menurut beberapa netizen materi tersebut lucu tapi bagi komika itu sendiri memalukan. Kemungkinan lainnya, bisa juga materi yang beberapa tahun lalu sangat lucu, kemudian diunggah lagi di situasi sekarang yang sensitif akan menimbulkan konflik.

    Ernest bersama komunitas Stand Up Indonesia juga sudah berusaha menghubungi akun-akun tersebut namun sia-sia. "Ada salah satu akun yang ditegur baik-baik bilangnya minta maaf lalu konten stand up diturunin tapi ternyata dia playing victim ngadu ke followersnya, terus followers yang mendukung direpost satu-satu seolah-olah kita ini jahat," kata Ernest.

    Pria 38 tahun tersebut juga tidak meminta followersnya untuk memboikot akun-akun tersebut, namun Ernest hanya ingin memberikan penjelasan jika suatu saat ada komika memprotes materinya diunggah di akun-akun tidak bertanggung jawab tersebut.

    MARVELA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.