Pandemi Corona, Seluruh Konser Taylor Swift Ditunda Hingga 2021

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi penyayi Taylor Swift saat tampil dalam konser iHeartRadio Jingle Ball di Madison Square Garden, New York City, 14 Desember 2019. REUTERS/Caitlin Ochs

    Ekspresi penyayi Taylor Swift saat tampil dalam konser iHeartRadio Jingle Ball di Madison Square Garden, New York City, 14 Desember 2019. REUTERS/Caitlin Ochs

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi virus corona baru COVID-19 memaksa Taylor Swift membuat keputusan untuk membatalkan semua jadwal manggungnya hingga 2021. Lewat cuitan di Twitter, dia menyatakan keselamatan semua orang merupakan prioritas utamanya.

    Ia juga menyatakan dukungannya kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah di seluruh dunia yang melarang adanya pertemuan publik secara masif seperti konser.

    "Dengan banyak acara di seluruh dunia telah dibatalkan, dan atas arahan dari pejabat kesehatan untuk membantu mencegah penyebaran COVID-19, sayangnya keputusan telah dibuat untuk membatalkan semua live," kata Swift.Penyanyi Taylor Swift berpose saat menghadiri premiere film "Cats" di Manhattan, New York, 17 Desember 2019. Film ini juga dibintangi oleh Idris Elba, serta Ian McKellen. REUTERS/Andrew Kelly

    Pelantun lagu 22 itu memastikan bahwa rangkaian konsernya di AS dan Brasil akan dijadwalkan kembali pada 2021, dengan tanggal yang akan diumumkan akhir tahun ini. Tiket untuk masing-masing pertunjukan akan ditransfer ke tanggal pertunjukan baru secara otomatis dari pihak pemegang tiket.

    Namun, bagi Swifties yang ingin pengembalian uang untuk tiket yang dibeli untuk konser Lover di AS, tiket akan tersedia mulai 1 Mei. "Aku berharap dapat melihat kalian semua bahagia dan sehat dalam waktu dekat ini di masa depan," ujar Taylor Swift.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.