Populerkan Bahasa Vickynisasi, Vicky Prasetyo Ungkap Sejarahnya

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vicky Prasetyo. Tabloidbintang.com

    Vicky Prasetyo. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Presenter sekaligus pelawak Vicky Prasetyo dikenal karena gaya bicaranya yang membingungkan. Disebut vickynisasi, gaya bahasa Vicky ini menyerupai gaya bahasa yang dimiliki oleh kalangan berstatus sosial dan berpendidikan tinggi atau cendekiawan, namun pada akhirnya gagal mencapai gaya bahasa tersebut dan malah terdengar aneh dan sulit dimengerti.

    Fenomena kebahasaan vickynisasi bermula ketika Vicky Prasetyo diwawancara oleh media usai melakukan acara lamaran dengan pedangdut Zaskia Gotik dan disiarkan di berbagai saluran televisi. Cara dan gaya berbahasa Vicky yang tidak lazim itulah membuat masyarakat ramai memperbincangkannya dan menjadi viral. Rupanya bahasa-bahasa tersebut dilontarkan Vicky secara tak sengaja, sebab saat itu dia sedang tertekan.

    Melalui channel YouTube Luna Maya, Vicky mengungkapkan jika saat melakukan prosesi lamaran, dirinya sudah tahu akan ditangkap oleh pihak Kejaksaan Negeri atas dugaan pemalsuan surat-surat tanah. Setelah lamaran, Zaskia yang tak mengetahui masalah tersebut, mengajak Vicky untuk menemui awak media.

    “Gue masih sabar, nurutin maunya dia, Papi (panggilan sayang Zaskia untuk Vicky) wawancara dulu yah, ya udah ayo-ayo. Makanya udah kacau deh, ngaco banget ngomongnya. Baru juga mau jadi pengantin kan istilahnya udah lamaran, udah gitu mau dijemput (pihak Kejaksaan Negeri),” ungkap Vicky dalam video yang telah diunggah oleh Luna pada Rabu, 15 April 2020.Zaskia Gotik dan Vicky Prasetyo saat jumpa pers usai pesta lamaran di Jakarta pada 1 September 2013. Zaskia akhirnya membatalkan pertunangan mereka setelah kebohongan Vicky terungkap. Vicky ternyata telah mempunyai istri. Vicky juga menjadi berita karena gaya bicara dan bahasanya. C&R/youtube.com

    Karena merasa ketakutan dan tertekan, Vicky pun jadi melontarkan bahasa-bahasa rumit dan sulit dimengerti, yang sekarang dikenal dengan vickynisasi. Berkat bahasa ini lah, setiap program televisi yang dibintangi oleh Vicky mendapat share dan rating yang bagus.

    “Nah sekarang tinggal terserah elu, lu mau image lu tapi dengan gak ada penonton atau dengan kaya begini dan banyak penonton, gitu katanya (pihak program televisi). Jadi mau gak mau kan kita akhirnya harus milih, ya sudah,” jelas mantan suami Angel Lelga ini.

    Luna yang mendengar jawaban Vicky tersebut menyadari, justru dengan hal yang tidak disengaja malah menjadikan itu sebagai ciri khas dan daya tarik dari seorang Vicky. “Tapi itu bukan kemauan gue Lun, itu mereka (media) yang ngebentuk. Media yang membawa itu,” ujar Vicky.

    Meskipun bukan karakter sebenarnya, namun Vicky tak menyangkal jika dari situ ia juga mendapat rezeki, “Benar, kan gue bilang, kadang media itu seperti dua mata pisau, dia yang membuat, dia yang mainin, dia yang ngegoreng. Kadang-kadang membantu kita, kadang-kadang gak menyamankan hati kita. Tapi disaat itu, kayak dikasih rezeki aja sama Tuhan. Cuma melawan image itu gak mudah.”

    ALFI SALIMA PUTERI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.