Stasiun Televisi Berlomba Manfaatkan Ramadan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Kolak mulai menjamur saat Ramadan tiba. Meski kuahnya sama-sama cokelat dan manis, isi kolak beragam. Ada biji salak, ubi, singkong, pisang, atau kolangkaling.

    Seperti kolak, acara televisi pun digarap dengan begitu beragam. Tak hanya sinetron beraroma religi, tapi juga talk show Ramadan, kuis, atau lawak pengisi sahur dan berbuka puasa, serta upaya mengubah komedi situasi menjadi alim.

    Itulah pernak-pernik setahun sekali di layar gelas. Ada yang bikin terobosan baru, ada juga yang masih pakai konsep lama dengan alasan mempertahankan rating tahun lalu.

    Tariklah stasiun televisi ANTV sebagai contoh pertama. Lima tayangan komedi dimunculkan sekaligus. Kelimanya adalah Sambil Buka Yuk (17.00-18.30 WIB), Pasrah (18.30-19.00 WIB), Bajaj Bajuri (19.00-20.00 WIB), Cagur Naik Bajaj (20.00-21.00 WIB), dan Tawa Sutra XL (21.00-22.00 WIB).

    Tak cuma komedi, tayangan bercita rasa Islami pun dihadirkan. Misalnya saja Ramadhannya Farhan (16.30-17.00 WIB), Jazirah Nabi (04.00-04.30 WIB), dan lini pemberitaan bertema Ramadan dalam Topik Pagi, Siang, Petang, dan Malam. "ANTV memang sengaja menghadirkan tayangan beragam, biar pemirsa tidak bosan," ujar Reva Deddy Utama, Kepala Produksi ANTV.

    Komedi memang sering dianggap sebagai tayangan yang menjual. "Apalagi kalau rating-nya bagus, pasti dipertahankan," ujar Reva. Untuk Ramadan kali ini, Reva mengaku akan membalutnya lebih alim.

    Sementara ANTV menyajikan kolak aneka rasa, Trans TV memilih stok lama biar aman. Saatnya Kita Sahur, Suami-suami Takut Istri (SSTI), dan Sketsa Ramadhan masih dijagokan. "Meski stok lama, kemasannya jelas beda," ujar Aris Ananda, Kepala Departemen Perencanaan dan Penjadwalan Trans TV.

    Trans memang berjanji membuat sitcom lebih alim. SSTI, misalnya, harus menghilangkan tokoh Mang Dadang, si satpam tukang ngobyek. "Mang Dadang akan diganti dengan Ki Daus," ujar Anjasmara, produser SSTI.

    Sementara dua stasiun televisi ini minim opera sabun, SCTV tampil dengan deretan sinetron unggulan. STCV punya Zahra (18.00-19.30 WIB), Annisa (16.30-18.00 WIB), Para Pencari Tuhan 2 (13.00-14.30 WIB), Rinduku CintaMu (22.30-23.30 WIB), dan Kurma (13.00-14.30 WIB). SCTV juga menghadirkan siaran langsung Konser Ramadhan di empat kota. "Inilah tayangan yang paling kondusif menemani pemirsa puasa," ujar Budi Darmawan, Senior Manager Hubungan Masyarakat SCTV.

    Pengamat televisi Arswendo Atmowiloto menilai acara televisi hanya mementingkan iklan. "Televisi nggak peduli, asal laku dipasang iklan saja," ujarnya. Menurut dia, televisi tidak peduli apakah tayangan bisa membuat pemirsa jadi lebih khusyuk beribadah atau tidak. "Karena memang televisi cuma mau cari duit saja," ujarnya.

    Arswendo mengklaim, tipe acara yang cocok untuk Ramadan adalah dari segi isi tayangannya tetap Islami, meski diputar di luar Ramadan. "Seperti sinetron Kiamat Sudah Dekat dan Kultum-nya Alwi Shihab, yang bisa tetap dinikmati sepanjang bulan," katanya.

    AGUSLIA HIDAYAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.