Dibully karena Corona, Deddy Corbuzier Mengadu ke Fadli Zon

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deddy Corbuzier (Instagram @mastercorbuzier)

    Deddy Corbuzier (Instagram @mastercorbuzier)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presenter Deddy Corbuzier kesal dirinya dituding kampret oleh netizen. Istilah kampret tersebut sempat populer pada Pemilihan Presiden 2019 di kalangan pendukung mereka, berkaitan rivalitas Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Deddy pun mengadu pada Fadli Zon karena dirinya disangkutpautkan dengan politik.

    “Gua kemarin baru diserang sama adalah, akun yang mengatakan bahwa gua ini kenapa sekarang jadi kampret, begitu bro,” ujar Deddy dalam kanal YouTube miliknya yang di unggah pada Minggu, 5 April 2020. Deddy memang merupakan salah satu selebritas yang kerap mengundang elit-elit politik untuk menjadi bintang tamu di acara bincang-bincang miliknya.

    Fadli yang juga diundang dalam acara bincang-bincang tersebut, sempat melemparkan senyum sebelum menanggapi aduan dari Deddy. Menurut Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 ini, sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk membahas politik di tengah pandemi.

    “Yang pasti orang yang berpikir begitu, yang tidak bisa move on ya. Hari gini bukan waktunya bicara politik. Karena yang kita hadapi ini jauh lebih besar dari politik,” kata Fadli Zon.

    Fadli Zon. TEMPO/Nurdiansah

    Fadli menganggap, jika di tengah pandemi virus Corona ini masih ada orang-orang yang berpikir politik, mungkin itu adalah caranya agar tetap eksis dan diperlukan. Padahal yang sedang Indonesia hadapi saat ini adalah sesuatu yang tidak mengenal agama, ideologi apalagi sikap politik dari seseorang. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga menyayangkan dengan adanya buzzer-buzzer politik yang masih berkeliaran.

    Merasa penasaran, Deddy menanyakan tentang wabah virus corona ini dari sudut pandang Fadli. “What do you think dari sisi pandang lu, mengenyampingkan politik ya, kita ini hancur gak sih? Karena gini, di warteg masih banyak orang loh.”

     “Kalau saya sih hope for the best, prepare for the worst. Kita gak pernah tahu, negara-negara ini yang menghadapi itu bisa kita lihat kualitas kepemimpinannya, pemerintahannya, seserius apa. Apakah memang profesional atau amatiran. Nah kita nih termasuk yang menurut saya, maaf kata ya, agak amatiran,” jawab Fadli.

    Menurut Fadli, Indonesia termasuk negara yang cukup membuang banyak waktu. Fadli termasuk salah satu orang yang ikut mengingatkan tentang virus corona sejak Januari lalu. “Waktu itu masih ada enam negara yang kena, termasuk beberapa negara tetangga kita. Tetapi kita masih sibuk dengan denial yang terus menerus. Jadi tidak prepare, begitu waktunya datang, badainya datang, kita tidak siap,” sesal Fadli.

    Dalam masa yang genting seperti ini, ia menyarankan agar Presiden Joko Widodo dikelilingi oleh orang-orang yang memang ahli di bidangnya dan sesuai kapasitas. 

     ALFI SALIMA PUTERI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.