Mengaku Bipolar, Selena Gomez: Aku Tidak Takut Lagi

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Selena Gomez saat menyapa awak media ketika menghadiri premier film Dolittle di Los Angeles, California, AS, 11 Januari 2020. Pelantun

    Gestur Selena Gomez saat menyapa awak media ketika menghadiri premier film Dolittle di Los Angeles, California, AS, 11 Januari 2020. Pelantun "Look at Her Now" itu melengkapi penampilan karpet hijaunya dengan anting-anting berlian bermotif dan cincin dari Messika Paris. REUTERS/Mario Anzuoni

    TEMPO.CO, Jakarta -Selena Gomez mengaku mengidap gangguan bipolar. Diagnosis ini dia dapatkan setelah mengunjungi Rumah Sakit McLean, salah satu institusi kesehatan mental di Amerika Serikat.

    Penyanyi berusia 27 tahun ini akhirnya mengerti mengapa perasaannya kerap turun dan naik secara ekstrem. "Aku pergi ke rumah sakit jiwa terbaik di Amerika, McLean, dan berdiskusi setelah melewati banyak hal selama beberapa tahun ini, aku menyadari aku bipolar," kata dia seperti dikutip dari Bang Showbiz.

    Meski diagnosis itu awalnya menyeramkan untuk dihadapi, pelantun Lose You To Love Me ini mengumpulkan informasi untuk membantunya menghadapi penyakit tersebut.Selena Gomez. Instagram.com/@selenagomez

    Ketika berbincang dengan Miley Cyrus dalam livestream Bright Minded, Jumat, 3 April 2020, mantan kekasih Justin Bieber ini mengaku menggali banyak informasi mengeani bipolar."Ketika aku punya informasi lebih banyak, justru itu membantu, aku tidak takut lagi ketika mengerti..." katanya.

    Selena Gomez melewatkan waktu di rumah sakit itu pada 2018, setelah menderita secara mental dan emosional di masa-masa berat hidupnya. Dia mengaku awalnya berat ketika tahu dirinya mengidap bipolar. Tapi di sisi lain Selena lega karena akhirnya mengetahui apa alasannya mengalami depresi dan kecemasan selama bertahun-tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.