Nyanyi dan Joget di TikTok, Marshanda: Dulu Gue Dibilang Gila

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marshanda, pesinetron dan bintang iklan. Instagram/@marshanda99

    Marshanda, pesinetron dan bintang iklan. Instagram/@marshanda99

    TEMPO.CO, Jakarta -Marshanda menyindir masyarakat yang pernah mengatakan bahwa dirinya memiliki gangguan kejiwaan ketika video kemarahannya beredar di media sosial. Marshanda meluapkan hal tersebut melalui video singkat berdurasi 40 detik yang diunggah di Instagramnya pada Jumat, 3 April 2020.

    "Tahun 2009 gw upload video gw nyanyi sambil joget dibilang gila sama hampir se Indonesia tapi sekarang sedunia upload video mereka lagi nyanyi sambil joget-joget dan disebut apa? TikTok," kata Marshanda.

    Video ungkapannya tersebut juga menjadi yang pertama dibuatnya dan diunggah di akun TikToknya. Ibu satu anak ini juga menegaskan pembuatan akun TikTok pribadinya itu bukan untuk mengikuti tren. Sebab dialah yang menciptakan tren tersebut jauh sebelum adanya TikTok.

    "Gw dedikasiin akun TikTok gw semua video di dalamnya untuk kegilaan gw yang luar biasa. Kenapa? Karena gw mau merayakan diri gw sendiri melalui TikTok gw karena gw tidak pernah mengikuti tren, gw adalah tren," kata Marshanda.Marshanda. Instagram.com/@Marshanda99

    Saat 2009 video dirinya yang paling kontroversial adalah ketika Marshanda menyanyikan lagu Who Do You Think You Are. Marshanda menyanyi sambil menari berputar-putar sambil sesekali mencaci maki teman-temannya di kelas 6 SD dulu. Bahkan ia juga menyebutkan nama teman-teman yang dituju satu persatu.

    Salah satu ucapannya adalah “Lagu ini kayaknya paling cocok buat temen temen SD gw, yang musuhin gw waktu gw sd, gw gak punya temen, gw struggle kayak orang gila di sekolah gw sendiri. Yang jahat jahat!" kata Marshanda dalam video yang tersebar waktu itu.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.