Wabah COVID-19, Sutradara Kanada Garap Film Thriller Corona

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria yang memakai masker setelah wabah penyakit virus Corona (COVID-19) pecah, berjalan melewati layar besar yang melaporkan kematian komedian Jepang Ken Shimura, yang dirawat di rumah sakit setelah terinfeksi dengan virus Corona, di Osaka, Jepang bagian barat 30 Maret 2020, dalam foto ini diambil oleh Kyodo.[Kyodo / via REUTERS]

    Seorang pria yang memakai masker setelah wabah penyakit virus Corona (COVID-19) pecah, berjalan melewati layar besar yang melaporkan kematian komedian Jepang Ken Shimura, yang dirawat di rumah sakit setelah terinfeksi dengan virus Corona, di Osaka, Jepang bagian barat 30 Maret 2020, dalam foto ini diambil oleh Kyodo.[Kyodo / via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah virus corona jenis baru atau Covid-19 menginspirasi sutradara asal Kanada, Mostafa Keshvari untuk membuat film thriller terbarunya berjudul Corona.

    Film indie tersebut akan mengisahkan bagaimana rasisme serta diskriminasi terhadap warga negara China dan Asia lainnya di tengah pandemi Covid-19. Film ini dibintangi oleh Emy Aneke, Zarina Sterling, Richard Lett, Andrea Stefancikova, Josh Blacker,Andy Canete, dan Traei Tsei.

    "Ide itu datang ketika sedang di dalam lift membaca berita turis China diserang. Saya pikir saya akan membuat film di dalam lift," kata Keshvari seperti dilansir dari The Hollywood Reporter pada Selasa, 31 Maret 2020,

    Menurutnya. Corona dibuat juga untuk menegaskan virus tak pernah membeda-bedakan korbannya. Pesan yang dibawa oleh film ini adalah bagaimana manusia bersatu, tidak membeda-bedakan ras untuk melawan virus.

    "Semua orang dapat terjangkit, jadi bukan hanya masalah satu ras. Manusia harus bersatu untuk mengalahkan virus itu," tuturnya.

    Keshvari menjelaskan Corona mengisahkan enam orang yang terjebak di dalam lift pada awal krisis Covid-19. Mereka yang terjebak mencurigai salah satu tetangga baru asal China, diperankan Traei Tsai, akan menyebarkan virus asal Wuhan itu.

    Dia juga menegaskan jika film tersebut sudah dia buat sebelum virus corona dinyatakan sebagai pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO)

    Rencananya film ini hanya tayang di sejumlah festival film. Namun, dia menyebut tidak menutup kemungkinan jika film itu akan ditayangkan juga di layanan streaming layaknya Netflix. Dia mengaku sedang mencari platform streaming yang bersedia menayangkan filmnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.