Deddy Corbuzier Pertanyakan Penyemprotan Disinfektan ke Tubuh

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deddy Corbuzier . (YouTube - @Deddy Corbuzier)

    Deddy Corbuzier . (YouTube - @Deddy Corbuzier)

    TEMPO.CO, Jakarta -Deddy Corbuzier menyoroti maraknya penyemprotan disinfektan ke tubuh untuk mencegah penularan virus corona COVID-19. Di akun Instagramnya, Deddy Corbuzier mengunggah salah satu pesan terkait penyemprotan tersebut yang beredar di media sosial.

    Pesan yang entah kejadian nyata atau tidak itu berisi percakapan seorang pengantar tabung gas elpiji dan galon air mineral dengan pemilik toko tempatnya bekerja. "Mulai besok saya tidak masuk kerja lagi. Tiap kali saya antar tabung gas dan aqua galon, saya disemprot disinfektan. Saya sampai basah kuyup. Hari ini tadi saya disemprot 23 kali pak. Kalau begini terus bukan virus yang mati. Tapi saya yang mati pak," tulis pesan tersebut.

    Deddy juga menunjukkan tiga judul artikel berita online yang saling bertolak belakang tentang penggunaan disinfektan yang benar. Pertama, berita berjudul "Hentikan penyemprotan! Siapa ya yang Pertama Kali Ngajarin Nyiram-nyiram Manusia dengan Disinfektan?", kedua "Sterilisasi Benar, Chamber Room Aman Cegah Covid-19", dan ketiga "WHO: Jangan Semprot Disinfektan ke Badan, Bahaya!".

    "Sok. Slide ke kanan. Mana yang bener coba. Yang pasti bener sih. Tuh tukang Gas kena radang paru kayaknya," tulis Deddy di Instagramnya pada Rabu, 1 April 2020. 

    Sejak virus corona mewabah, masyarakat mencoba berbagai cara agar tak tertular. Salah satunya dengan menyemprotkan langsung disinfektan ke tubuh untuk mencegah penyebaran virus corona.Warga berada di dalam bilik disinfektan di kawasan Blok M, Jakarta, Ahad, 29 Maret 2020. Penggunaan bilik dan penyemprotan disinfektan sering dilakukan untuk mengatasi virus corona. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia mengingatkan bahwa penyemprotan disinfektan ke tubuh seseorang bisa membahayakan jika terkena pakaian atau selaput lendir seperti, mulut dan mata.“Menyemprotkan alkohol atau klorin pada tubuh seseorang tidak akan membunuh virus yang sudah masuk ke dalam tubuh,” tulis cuitan dalam akun Twitter WHO Indonesia, Senin, 30 Maret 2020.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.