Anies Baswedan Pantau Corona dari Awal Januari dan Bagi 3 Fase

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana usai rapat terkait kewaspadaan penularan virus Corona, di Kantor Dinas Pendidikan DKI, Jakarta Selatan, Kamis 19 Maret 2020. TEMPO/Taufiq Siddiq

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana usai rapat terkait kewaspadaan penularan virus Corona, di Kantor Dinas Pendidikan DKI, Jakarta Selatan, Kamis 19 Maret 2020. TEMPO/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku kepada Deddy Corbuzier telah memantau virus corona yang masih disebut sebagai Pneumonia Wuhan sejak awal Janurari 2020. Saat itu Anies mengaku langsung bertindak cepat dan membaginya menjadi tiga fase.

    "Fase pertama kita langsung menjangkau pelayanan-pelayanan kesehatan di Jakarta," kata Anies saat menjadi tamu di YouTube channel Deddy pada Sabtu, 28 Maret 2020. Anies sendiri mengatakan bahwa di Jakarta terdapat 190 rumah sakit. Dia meminta jajarannya untuk mensosialisasikan ancaman Pneumonia Wuhan ke seluruh rumah sakit di Jakarta.

    "Beritahu kepada semua rumah sakit ancaman Pneumonia Wuhan ini indikasinya orang yang punya potensi itu seperti apa, orang baru bepergian dari luar negeri, ada tuh kriterianya. Sekarang kita kenal semuanya Orang Dalam Pemantauan, itu awal Januari kita kerjain," kata Anies.

    Kemudian pada Rabu, 29 Januari 2020 Anies mengadakan rapat pimpinan khusus di Pemprov DKI Jakarta dengan mengundang Imigrasi dan BIN untuk membahas mengenai ancaman pneumonia Wuhan tersebut. Saat itu Anies mengundang bagian imigrasi untuk mendapatkan data siapa saja orang yang masuk dari Tiongkok ke Jakarta.

    Deddy Corbuzier . (YouTube - @Deddy Corbuzier)

    "Saya ingin tahu mereka tinggal di mana, alamatnya di mana, tinggal sama siapa karena mereka adalah orang yang harus kita pantau. Ini mau jagain Jakarta ini supaya mereka kalaupun masuk, periksa. Datanya gak ada," kata Anies.

    "Saya ingat Pak Anies kayaknya gak pernah ngomong di media tentang hal tersebut sama sekali, juga gak pernah ngomong becanda tentang virus ini kalau gak salah," kata Deddy. Anies pun membenarkannya dan mengatakan bahwa virus corona atau Covid-19 merupakan hal yang serius yang tidak pernah dibicarakan kepada media sampai dia melakukan pemantauan secara rutin setiap 2 kali sehari mengenai perkembangannya.

    "Berapa jumlah Orang Dalam Pemantauan, berapa Pasien Dalam Pengawasan, datanya makin hari makin naik dan saat itu 'ini pasti kita sudah ada kasus' tapi kan kita gak punya datanya, kita gak punya kewenangan untuk melakukan pemeriksaan lab dan lain-lain," kata Anies.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.