Sarung Tangan Medis Dijual Bebas, Aming: Bukan Buat Belanja!

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aming. Tabloidbintang.com

    Aming. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Aming mengaku kesal melihat sejumlah orang menyalahgunakan fungsi dari sarung tangan lateks dan alcohol swab di tengah langkanya APD (Alat Pelindung Diri) tim medis. "Mulai lihat banyak yang jual dan beli sarung tangan lateks medis, alcohol swab, dan lain-lain," tulis Aming di Instagramnya pada Minggu, 22 Maret 2020.

    Aming mengatakan bahwa sarung tangan lateks bukan digunakan untuk kegiatan sehari-hari apalagi digunakan ketika berbelanja di supermarket. "Hey, kalian tuh ya yang butuh sarung tangan lateks medis itu para tenaga kesehatan, bukan buat kalian pakai belanja ke supermarket! Alcohol swab tuh buat jarum suntik, bukan bersihin hp kalian, apalagi lap meja," tulis Aming.

    Aming sangat berharap masyarakat bisa ikut membantu para medis dengan tidak lagi membeli APD yang dikhususkan bagi tenaga kesehatan. "Tolong tolong tolong, jangan bikin tenaga kesehatan kita makin kekurangan APD (Alat Pelindung Diri)!," tulis Aming.

    Ternyata unggahan tersebut berasal dari aktris Leony Vitria. Ia heran mengapa beberapa rumah sakit kekurangan APD hingga alat Rapid Test, untuk tes virus corona. Mantan penyanyi cilik yang tergabung dalam grup Trio Kwek Kwek itu juga bingung mengapa masyarakat harus ikut mendonasikan APD untuk para tenaga kesehatan. Perempuan 32 tahun itu pun mempertanyakan anggaran yang diberikan pemerintah di situasi bencana seperti ini.Leony Vitria. Tabloidbintang.com

    Sebagai orang yang tidak begitu mengerti mengenai anggaran, pemerintahan bahkan politik, Leony hanya mewakili masyarakat Indonesia yang bingung akan situasi saat ini. "Yang pasti sekarang sebagai masyarakat yang bisa kita lakukan adalah 'Jangan beli yang tidak kita butuhkan, apalagi sampai menimbun," tulis Leony di Instagramnya pada Minggu, 22 Maret 2020.

    Bahkan pada unggahan berikutnya, Leony menunjukkan foto APD yang digunakan oleh tenaga medis di RSUD Scholoo Keyen, Kabupaten Sorong Selatan, Papua. Karena kekurangan APD yang sesuai standar, mereka harus memodifikasi nurse cap atau penutup kepala sekali pakai yang biasanya digunakan oleh paramedis untuk dijadikan sebagai masker. Mereka menjahit nurse cap yang tipis tersebut sendiri kemudian digunakan sebagai masker.

    "Ini hanya sedikit cerita dari banyaknya kisah perjuangan teman-teman tenaga kesehatan yang kesulitan mendapatkan APD (Alat Perlindungan Diri)," tulis Leony.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.