Wabah Virus Corona di Prancis, Festival Film Cannes Resmi Ditunda

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Model, Kimberley Garner berpose di atas karpet merah dengan mengenakan gaun puith panjang tipis saat menghadiri penayangan film

    Seorang Model, Kimberley Garner berpose di atas karpet merah dengan mengenakan gaun puith panjang tipis saat menghadiri penayangan film "The Traitor"(Il traditore) dalam Festival Film Cannes di Perancis, 23 Mei 2019. REUTERS/Stephane Mahe

    TEMPO.CO, Jakarta -Festival Film Cannes yang rencananya dihelat pada 12-23 Mei resmi ditunda akibat merebaknya wabah virus corona COVID-19.Pengumuman tersebut muncul setelah beberapa acara budaya besar lainnya di Eropa membuat keputusan serupa.

    "Karena krisis kesehatan dan perkembangan situasi di Prancis dan internasional Festival de Cannes tak dapat lagi dihelat pada 12-23 Mei seperti yang sudah direncanakan," cuit pihak penyelenggara lewat akun Twitter pada Kamis, 19 Maret 2020.

    Rumor bahwa festival yang tahun ini jurinya dipimpin oleh Spike Lee itu akan ditunda sudah beredar sejak Maret saat Prancis melarang adanya perkumpulan massa pada 8 Maret silam. Sejumlah opsi dipertimbangkan agar festival tetap berjalan, salah satuya adalah ditunda sampai Juni atau Juli.

    Prancis membatasi hanya 1.000 orang berkumpul guna mencegah tersebarnya virus corona. Jumlah itu jauh lebih dari sedikit yang dibutuhkan untuk terselenggaranya festival film.Aktris Aishwarya Rai berpose saat menghadiri pemutaran film A Hidden Life dalam Festival Film Cannes di Prancis, 19 Mei 2019.  REUTERS/Stephane Mahe

    Pada Sabtu lalu, Le Point, majalah Prancis menulis soal pembatalan Cannes namun dibantah oleh penyelenggara. "Meskipun ada beberapa berita utama yang sensasional, tidak ada yang baru untuk dikatakan," kata Aïda Belloulid, juru bicara festival, dalam pesan teks pada saat itu.

    Dia mengatakan keputusan akan dibuat pada pertengahan April ketika program festival akan diumumkan, tetapi situasi di Perancis telah meningkat.

    Prancis saat ini sekarang sedang "lockdown", dan orang-orang dapat didenda karena meninggalkan rumah mereka dengan alasan selain membeli makanan, bepergian untuk bekerja atau berolahraga. Lebih dari 4.000 orang didenda pada hari Rabu, menurut France24, kantor berita internasional milik negara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.