Mitos Cermin dalam "Mirrors"

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Ben Carson (diperankan oleh Kiefer Sutherland) adalah mantan polisi yang dipecat karena menembak rekannya yang tengah menyamar. Cobaan bertubi-tubi datang: menjadi pengangguran dan alkoholik, lalu kehilangan keluarga. Suatu ketika, ia mendapat tawaran menjaga gedung bekas pusat belanja yang terbakar.

    Di pekerjaan barunya inilah drama horor dimulai. Suatu malam, ia mendengar suara orang berteriak kesakitan. Ben mencoba mencari, tapi tidak menemukannya. Sesaat kemudian, ia malah melihat si sumber suara melalui cermin besar yang ada di ruangan itu. Kejadian demi kejadian horor pun muncul dalam cermin itu.

    Cerita itu dibingkai dalam film berjudul Mirrors yang disutradarai Alexander Jouan-Arcady. Film berdurasi 110 menit ini menghadirkan suasana mencekam. Suatu ketika, Ben mendapati dompet milik penjaga pusat belanja sebelum ia bekerja di situ. Bermula dari situ, ia berinisiatif membongkar misteri kematian dan kejadian-kejadian di balik cermin tersebut.

    Adegan drama keluarga Ben hanya mendapat porsi sedikit, selain sebagai latar belakang motivasi Ben memecahkan misteri cermin. Pasalnya, nyawa istrinya, Amy (Paula Patton), dan anaknya, Michael (Cameron Royce) dan Daisy (Erica Gluck), juga terancam jika Ben tidak bisa menemukan apa yang diminta cermin itu.

    Film yang dibuat ulang dari film Korea berjudul Into the Mirror (2003) ini tidak menyuguhkan unsur horor semata. Ia juga membeberkan berbagai takhayul yang terdapat pada cermin, misalnya kepercayaan bangsa Romawi kuno soal cermin yang merefleksikan jiwa dan tertimpa sial selama tujuh tahun jika memecahkan cermin. Juga mitos di Asia Timur bahwa cermin bisa memenjarakan jiwa.

    Selain karena unsur darah, sutradara Alex berhasil membangun unsur mencekam dan horor dengan baik melalui tata pencahayaan yang minim dan tata suara yang apik. Penonton dipastikan akan terkejut menontonnya.

    Kerja samanya dengan Grégory Levasseur sebagai penulis skenario kembali membuahkan hasil cemerlang. Sebelum ini, keduanya telah bekerja sama di dua film horor Alexander, yakni The Hill Have Eyes (2006) dan High Tension (2003).

    Alexander adalah sutradara muda kelahiran Paris, Prancis, pada 1978 yang mulai merintis karier di film horor High Tension. Pada usia 18 tahun, ia sudah membuat film pendek berjudul Over the Rainbow dan dinominasikan sebagai film terbaik pada ajang Cannes Film Festival.

    Proses syuting Mirrors, walau berlatar New York, dilakukan di Bukarest, Rumania. Bangunan horor itu adalah Academy Sciences Building yang urung rampung karena meninggalnya si pemrakarsa yang juga pemimpin komunis Rumania, Nikolae Ceausescu. "Gedung itu dipenuhi rasa takut. Saya tahu kami bisa mendapatkan sesuatu yang unik," ujar Alexander.

    Tito Sianipar


    Judul: Mirrors
    Sutradara: Alexander Jouan-Arcady
    Pemain: Kiefer Sutherland, Paula Patton, Amy Smart, Mary Beth Peil
    Genre: Drama horor
    Durasi: 110 menit
    Produksi: Castel Film Rumania

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.