Belum Sehari, Arief Muhammad Galang Dana Lebih dari Semiliar

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arief Muhammad. Foto: Instagram

    Arief Muhammad. Foto: Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Youtuber Arief Muhammad gembira melihat antusias masyarakat memberikan sumbangan untuk mengatasi penularan virus corona. Sejak Arief membuka penggalangan dana pada Rabu, 18 Maret 2020, jumlah dana yang terkumpul sudah lebih dari satu miliar rupiah.

    "Senangnyaaaa.belum 24 jam bangun-bangun sudah terkumpul 1 miliar lebih,' tulis Arief melalui Instagram Story pada Kamis pagi, 19 Maret 2020.

    Arief melakukan aksi penggalangan dana tersebut melalui kitabisa.com. Ia menargetkan dana terkumpul Rp.1,5 miliar selama 75 hari ke depan. Hingga Kamis pagi, dana yang terkumpul sudah mencapai Rp. 1.003.626.273. " Terima kasih yaa. Kita lanjutin terus sampai banyak, biar lebih banyak juga yang terbantu," tulis dia.

    Seperti dia jelaskan sebelumnya, bantuan akan menyasar kepada masyarakat kecil di kota-kota besar yang rawan terinfeksi corona. Termasuk pengemudi ojek online, pasukan orange (petugas kebersihan), pedagang kopi keliling, sopir angkutan, dan masyarakat kecil lainnya.Arief Muhammad. (Instagram - @ariefmuh)

    Ia berkaca pada fakta bahwa banyak orang penting dan terkenal yang ternyata positif terinfeksi corona bisa melakukan pengecekan. Hal ini berbeda dengan masyarakat kecil. "Boro-boro untuk pengobatan, bahkan sekadar pengecekan saja mereka kesulitan," tulis raja Twitter Indonesia ini.

    Arief Muhammad pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang rela menyisihkan uangnya untuk disumbangkan. Rencananya, hari ini Arief dan @kitabisa.com akan bertemu untuk membahas dana yang sudah terkumpul. "Yang jelas penyebarannya akan ke banyak kota, bukan untuk Jakarta aja. Terima kasih, temen2. Uang kecil kita kalau dikumpulin bareng2 ya bakal banyak juga," tulisnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.