Lola Amaria Garap Film TKW

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lola AmariaFoto TEMPO/Hendra Suhara

    Lola AmariaFoto TEMPO/Hendra Suhara

    TEMPO Interaktif, Jakarta: Dunia film memiliki magnet besar bagi Lola Amaria, 31 tahun, hingga ia tak pernah berhenti untuk berbuat. Wanita berkulit cokelat ini pun mengaku tak pernah bisa jauh dari skenario film. Yang terbaru, ia akan menggarap sebuah film layar lebar mengenai tenaga kerja wanita di Hong Kong. Dalam film bertema humanis ini, Lola tak hanya berperan di belakang layar, tapi juga akan terjun main sebagai salah satu pemeran tenaga kerja wanita (TKW).

    "Makanya aku lagi rajin riset dan browsing. Rencananya, 28 Agustus ini aku dengan tim akan ke Hong Kong agar benar-benar mengerti tentang keseharian mereka (TKW), " ia mengungkapkan saat ditemui Tempo di Jakarta, Selasa lalu.

    Pemenang Wajah Femina 1997 ini mengaku tertarik membuat film tersebut karena masih minimnya informasi soal kehidupan tenaga kerja wanita di Hong Kong, semisal kesehariannya hingga kisah cintanya dengan kaum sejenis karena lingkungan yang minim pria. "Aku ngeliat mereka itu tegas, bisa survive di negara yang mereka sama sekali nggak tahu sebelumnya. Hanya modal nekat agar ekonomi keluarga meningkat," ia memaparkan.

    Padahal, kata wanita berdarah Palembang-Sunda ini, wanita-wanita yang bekerja sebagai TKW di Hong Kong itu rata-rata berpendidikan lumayan tinggi. Tapi mereka memilih bekerja sebagai TKW di negeri orang. "Kalau jadi TKW di Hong Kong itu kan ada standar pendidikannya. Minimal lulusan SMU," ujar perempuan yang mengaku paling malas ke salon ini.

    Lantas apa judul film itu nanti? Sambil tertawa renyah, penyuka olahraga luar ruang ini mengaku masih menggodok judul yang pas. "Kemarin sempat mikir Hong Kong in Love atau apa gitu, biar orang akan bertanya-tanya saat membaca judul itu," ujarnya. Wah, mau bikin orang penasaran, nih! 

    S Ika Sari


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.