Tompi Jelaskan Usulan Lockdown: Bukan Ekstrem

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Tompi menghadiri peluncuran buku Basuki Tjahaja Purnama dalam acara ngobrol@Tempo di kantor redaksi Tempo, Palmerah, Jakarta, 17 Februari 2020. Tompi didapuk menjadi pembawa acara dalam peluncuran buku Ahok.TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Penyanyi Tompi menghadiri peluncuran buku Basuki Tjahaja Purnama dalam acara ngobrol@Tempo di kantor redaksi Tempo, Palmerah, Jakarta, 17 Februari 2020. Tompi didapuk menjadi pembawa acara dalam peluncuran buku Ahok.TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi yang juga dokter, Tompi belakangan ini sibuk mengkampanyekan agar Indonesia lockdown untuk membatasi penularan virus Corona. Ia sampai membuat cuitan-cuitan di akun Twitternya, yang membuatnya diserang dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan selebritas. 

    "Usul saya jelas: Lockdown tapi gak perlu panik. 2 minggu slowdown daripada kehilangan lebih banyak," cuitnya pada Sabtu, 14 Maret 2020. Ia mengulang usulannya. "Wahai pemangku kebijakan, kecuali antivirusnya sudah ketemu, lock down!" cuitnya pada hari yang sama. Ia kemudian menegaskan kembali ketika banyak yang mempersoalkan idenya. "Lockdown! Jangan ngeyel!" 

    Banyak yang menanggapi bahwa Indonesia belum siap untuk menerapkan kebijakan itu. Banyak orang akan panik dan belanja kebutuhan pokok sebanyak-banyaknya. "Dok, pemerintah udah tahu banget sifat rakyatnya. Begitu dibilang lockdown, udah deh rush bank di mana-mana, trus belanja gila-gilaan, nimbun barang, chaos rusuh," kata Ferdian Indrayana, seorang pengguna Twitter membalas cuitan Tompi. 

    Tompi kemudian mencuit kembali cuitan Partai Socmed yang menjelaskan pengertian lockdown itu tidak selalu mengunci negara dari negara lain. "Ngawur! Jangan lakukan pembodohan publik dan menakut-nakuti. Lockdown tak harus seseram yang kalian bayangkan," cuitan @PartaiSocmed.

    Pekerja berpakaian pelindung mendisinfeksi sebuah kompleks perumahan di Wuhan, pusat penyebaran virus corona, provinsi Hubei, Cina, 6 Maret 2020. Cina memberlakukan lockdown di provinsi Hubei, yang saat ini mulai melonggar karena wabah berhasil dikendalikan, hingga hari ini terdapat 80,995 kasus, dengan 3,203 korban dan 67004 pasien pulih. REUTERS/Stringer

    Dalam cuitan itu, Partai Socmed mengunggah foto tangkap layar yang menjelaskan arti lockdown itu. Di situ tertulis pengertian lockdown adalah melarang massa berkumpul, menutup sekolah, dan karantina area yang terdapat kasus. Begitu juga edengan perjalanan domestik yang disetop tapi tidak mengunci negara dengan melarang kedatangan insternasional sama sekali. 

    Dokter spesialis bedah kecantikan itu kemudian mencuit pada Ahad, 16 Maret 2020 mengenai lockdown yang ia usulkan. "Lockdown yang saya maksud bukan ekstrem sampe gak boleh berhubungan dengan dunia luar sama sekali, gak kontak sama siapapun. Bukan itu," cuitnya. 

    Salah satu yang menolak lockdown adalah Dewi Irawan, aktris yang bersuamikan orang Italia, negara yang kini tengah berjibaku mengatasi wabah virus Corona. Ia menulis pendapatnya dengan mengunggah foto masakan Italia dan video cara masyarakat menghadapi krisis karena Corona di akun Instagramnya pada Ahad, 15 Maret 2020. Pemerintah Italia menerapkan lockdown lantaran virus Corona sudah membunuh ratusan orang di negeri pizza itu. 

    "Lain ladang, lain belalang..negeri orang, lain cara penanggulangan. Jangan asal ngejeblak #lockdown. Di Italy begini cara mereka saling menyemangati," tulisnya. 

    Pada Senin pagi, 16 Maret 2020, Dewi mengunggah video saat mertuanya memperlihatkan video pernikahannya dengan Luca Marini kepada putrinya, Shadira Arzya. "Nonno/grandpa kasih lihat ke Dea @shadirra video pernikahan saya dengan papanya Dea. Mengisi masa karantina... di rumah aja! Rakyat Italia patuh pada peraturan pemerintah. #Italylockdownlife sampai tanggal 3 April 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.