Pandemik Virus Corona, Festival Film Cannes Terancam Dibatalkan

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deepika Padukone saat menghadiri Festival Film Cannes ke-72. (Reuters)

    Deepika Padukone saat menghadiri Festival Film Cannes ke-72. (Reuters)

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Festival Film Cannes, Pierre Lescure, mengatakan nasib festival tahun ini masih belum pasti dan bisa saja dibatalkan menyusul pandemik virus corona (COVID-19) di dunia, termasuk Eropa.

    "Kami tetap optimististis dengan harapan bahwa puncak (COVID-19) akan tercapai pada akhir Maret dan bahwa situasi akan sedikit membaik pada April," kata Lescure, dikutip dari The Hollywood Reporter, Sabtu.

    "Tapi kami tidak menutup kemungkinan, jika situasinya tidak membaik, kami akan membatalkan (Festival Film Cannes 2020)," ujarnya menambahkan.

    Ada spekulasi selama berminggu-minggu bahwa Cannes dapat ditunda atau dihentikan di tengah meningkatnya penyebaran COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona, di seluruh Eropa.Aktris Aishwarya Rai berpose saat menghadiri pemutaran film A Hidden Life dalam Festival Film Cannes di Prancis, 19 Mei 2019.  REUTERS/Stephane Mahe

    Perancis  memperkenalkan langkah-langkah baru yang melarang pertemuan lebih dari 1.000 orang dalam upaya memperlambat penyebaran virus pada Minggu, 8 Maret 2020. Pada Rabu, 11 Maret 2020, Series Media, sebuah festival televisi di Lille yang dijadwalkan akan dimulai pada 20 Maret, juga dibatalkan.

    Panitia Cannes sejauh ini berusaha meredakan kekhawatiran. Mereka mengatakan akan melanjutkan acara sesuai rencana dan akan mengungkap susunan mereka pada 16 April 2020 sesuai jadwal dan memulai festival pada 12 Mei.

    Perancis sekarang memiliki 1.784 kasus COVID-19 yang telah dikonfirmasi hingga saat ini dengan total 33 korban jiwa. Hal ini menjadikannya negara dengan dampak terburuk kedua di Eropa setelah Italia.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.