Asisten Ririn Ekawati Pakai Narkoba Sejak Setahun Lalu

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menetapkan Ririn Ekawati sebagai saksi atas kasus penggunaan narkoba yang digunakan oleh ITY. Hasil tes urine Ririn sendiri negatif, dan diperbolehkan pulang setelah melakukan tes darah rambut di BNN Lido. Instagram

    Polisi menetapkan Ririn Ekawati sebagai saksi atas kasus penggunaan narkoba yang digunakan oleh ITY. Hasil tes urine Ririn sendiri negatif, dan diperbolehkan pulang setelah melakukan tes darah rambut di BNN Lido. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Asisten Ririn Ekawati, ITY, ternyata sudah menggunakan narkoba jenis happy five sejak setahun lalu. Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Polisi Ronaldo Maradona Siregar mengatakan, ITY yang kini berstatus tersangka, menggunakan narkoba untuk bersenang-senang.

    "Digunakan untuk memperoleh kesenangan semu, khususnya pada saat yang bersangkutan berpesta di tempat hiburan, di diskotek seperti itu," ujar  Ronaldo di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2020.

    Ronaldo menyebutkan tersangka ITY terbukti menggunakan narkoba happy five dari hasil pengecekan urinenya. ITY juga sempat memberikan setengah butir pil happy five tersebut kepada Ririn Ekawati beberapa hari yang lalu.

    Namun hasil pengecekan urine Ririn negatif menggunakan narkoba. Ririn menjalani pemeriksaan sebagai aksi untuk pendalaman kasus ITY.Gaya Ririn Ekawati dan asistennya saat mengucapkan selamat hari Idul Fitri tahun 2019. Ririn diminta menjalani tes lebih lanjut, setelah sang asisten menyebut telah memberikan setengah pil narkoba happy five kepadanya. Instagram

    "Yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan tambahan terkait untuk pendalaman hal-hal yang berkaitan dengan kasus tersangka ITY," kata Ronaldo.

    Selain ITY, polisi juga menetapkan tersangka DN (42) yang diduga sebagai pemasok. Saat penggeledahan di apartemennya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu, 8 Maret 2020, ditemukan 37 butir pil "happy five" di dalam dompet hitamnya.

    Asisten Ririn Ekawati dan DN dikenakan pasal 60 subsidier pasal 62 Undang-Undang tentang Psikotropika dengan ancaman 15 tahun penjara.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.