In Flames Bakal Manggung di Yogya dan Surabaya

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grup musik trash metal asal Swedia, In Flames. (instagram - @In Flames)

    Grup musik trash metal asal Swedia, In Flames. (instagram - @In Flames)

    TEMPO.CO, Yogyakarta -Grup band trash metal asal Swedia, In Flames bakal menghibur warga Yogyakarta dan Surabaya. Mereka akan tampil di Java Open Air, festival musik cadas yang digelar di Yogyakarta pada 25 Maret dan di Surabaya pada 27 Maret 2020. Selain grup ini, grup-grup musik cadas lokal juga akan meramaikan panggung bertajuk Java Open Air.

    "In Flames sangat mencintai Indonesia. Mereka sangat antusias dan menyiapkan sesuatu yang spesial,” kata Project Officer JOA 2020 Yusuf Novantoro, Jumat petang, 7 Maret 2020.

    Band trash metal yang telah berkarier sejak 1990 ini melakukan tur keliling dunia dan mempengaruhi banyak band metal saat ini. Terhitung hingga saat ini, In Flames telah mendapat empat penghargaan Grammy.

    Pada 2005, In Flames memenangkan penghargaan Grammy pertama mereka di kategori Album Hard Rock/Metal Terbaik untuk “Soundtrack to Your Escape”. Pada 2006, In Flames adalah band metal pertama yang memenangkan Swedish Export Award sebagai penghargaan Grammy kedua mereka.

    Pada 2007, In Flames sekali lagi memenangkan kategori Album Hard Rock / Metal Terbaik untuk Come Clarity. Mereka juga memenangkan penghargaan Best International Band dari Metal Hammer Golden Gods Awards pada 2008.Project Officer Java Open Air 2020 Yusuf Novantoro saat menggelar konferensi pers di Yogyakarta, Jumat petang, 7 Maret 2020. (TEMPO - Muh. Syaifullah)

    Sebagai Event Organization (EO), Niceplay menggarap Java Open Air (JOA). JOA adalah festival musik cadas berskala internasional tahunan yang diadakan di dua kota di Pulau Jawa. JOA mengusung tema “FEAR THE FEST”, di mana kemarahan adalah katarsis manusia ketika menghadapi banyak persoalan yang kian padat di kepala.

    Festival musik ini melibatkan band-band nasional dan band internasional serta menggandeng industri-industri kreatif lokal untuk berpartisipasi. Tujuannya adalah meningkatkan industri kreatif di Indonesia khususnya di Yogyakarta.

    “Melalui festival ini diharapkan dapat membangun daya tarik musik Indonesia dan praktisi kreatif serta memberdayakan orang untuk mendukung kearifan lokal. Selain itu, festival musik ini juga merupakan wadah bagi band-band Indonesia dan creative-preneurs Indonesia untuk dapat unjuk gigi baik di kancah nasional maupun internasional,” beber Yusuf Novantoro.

    Sedangkan barisan band cadas Indonesia yang akan tampil di antaranya adalah Rising The Fall, Bias (Yogyakarta), Serigala Malam (Yogyakarta), Zi Factor, D’ark Legal Society, Burgerkill, Blingsatan, Daging, Karat, Fraud, dan Wolffeet.

    Burgerkill merupakan band metal asal Bandung yang telah terbentuk sejak tahun 1995. Band ini beberapa kali menjadi nominasi dan memenangkan penghargaan.

    Pada 2004, Burgerkill memenangkan Indonesian Music Awards sebagai Best Metal Production untuk album Berkarat. Pada 2012, Burgerkill memenangkan Favourite Metal Song dalam Indonesia Cutting Edge Awards untuk lagu House of Greed.

    Band metal asal Indonesia ini juga pernah memenangkan penghargaan Metal as F*ck dalam Metal Hammer Golden Gods Awards dan Hammersonic Awards dalam Magnitude Hammersonic Metal Awards tahun 2016. Band metal lain yang akan mengisi penampilan di Java Open Air adalah Fraud. Fraud adalah band metal asal Surabaya yang dibentuk oleh seorang gitaris bernama Kecenk dan dinaungi oleh Gounderz Records. Selain itu, band asal Yogyakarta, Bias, juga akan ikut meramaikan acara Java Open Air.

    Bias adalah band metal yang berhasil memenangkan Planetrox tahun 2019 dan mewakili Indonesia dalam Le Festive Envol et Macadam di Kanada. Java Open Air akan dilaksanakan pada 25 Maret 2020 bertempat di Jogja Expo Center dan 27 Maret 2020 di Surabaya Carnival Park.Penampilan band metalcore asal kota Bandung, Burgerkill di festival musik Rock In celebes di Celebes Convention Center, Makassar , 20 Desember 2014,malam. Perhelatan festival musik Rock tersebut menghadirkan 41 band serta musisi dan Berbagai band dari segala penjuru Indonesia, seperti Sulawesi, Kalimantan, dan pulau-pulau lain sebagai ajang unjuk gigi.TEMPO/Iqbal Lubis

    Pengunjung tidak hanya disuguhi pertunjukan musik, namun juga dapat menikmati Wall of Fame, Community Space, dan Collaboration Market. Java Open Air juga akan mengadakan pameran industri kreatif lokal, di mana akan ada banyak stand untuk lini pakaian lokal, perupa, dan fotografer yang berpartisipasi dan menunjukkan kreasi mereka. Beberapa dari mereka akan meluncurkan produk yang dibuat khusus untuk festival.

    "Festival ini adalah tempat untuk menyatukan band-band Indonesia, musisi, artis, dan wirausaha kreatif lainnya, kami memberikan ruang kreatif untuk mereka sehingga dapat mengekspos ide dan kreatifitasnya secara global," kata "PJ" Panji, Festival Director Java Open Air.

    Sekitar 10.000 tiket akan dijual oleh promotor untuk mengakomodasi pasar dari Indonesia dan mancanegara. Harga tiket untuk admission#1 sekitar Rp175 ribu dan akan ada admission#2 yang jauh lebih murah dibandingkan dengan beberapa festival musik lainnya.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.