Dituduh Terlibat Penipuan, Yusuf Mansur: Tunjukkan Saja Buktinya

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri PayTren, Ustad Yusuf Mansur, berbicara dalam acara seminar Perkembangan Fintech Indonesia di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018. PT Veritra Sentosa Internasional (TRENI), yang dikenal dengan PayTren, membeli 5 persen saham PT Info Media Digital atau Tempo.co. TEMPO/Charisma Adristy

    Pendiri PayTren, Ustad Yusuf Mansur, berbicara dalam acara seminar Perkembangan Fintech Indonesia di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018. PT Veritra Sentosa Internasional (TRENI), yang dikenal dengan PayTren, membeli 5 persen saham PT Info Media Digital atau Tempo.co. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta -Penceramah kondang Yusuf Mansur berencana akan melaporkan balik pihak-pihak yang telah memfitnahnya dan menyeretnya ke beberapa kasus hukum. Bahkan, ia juga akan melaporkan akun-akun di media sosial yang telah memprovokasi orang lain.

    Hal tersebut disampaikan Yusuf Mansur melalui unggahan di akun instagram pribadi miliknya pada Kamis, 5 Maret 2020. "Bismillah, kami siap-siap (melapor) ke Bareskrim," tulis Yusuf Mansur.

    Ia mengaku sejak 2014 lalu, selalu mengalah terhadap pihak-pihak yang menyerang dirinya karena diduga telah melakukan penipuan.
    Tuduhan tersebut tak cuma merugikan Yusuf Mansur, tapi juga orang-orang terdekatnya.

    Menurut Yusuf Mansur, sejak beredarnya tuduhan tersebut, banyak masjid yang menolak untuk bekerja sama dengannya. Selain itu, banyak warga yang menolak ketika dia hendak membangun rumah tahfidz di desa-desa.

    Kini Yusuf Masur meminta bukti kepada pihak-pihak yang telah menuduhnya menipu. "Tunjukin aja satu, yang bener saya maksa sedekah? Saya ceramah. Bukan merampok. Ngajar. Dan tema sedekah, cuma satu tema saja," tulis sang Ustadz.

    Yusuf Mansur juga mengaku selama ini uang sedekah diserahkan kepada panitia yang telah mengundangnya. "Dan izin Allah, 99% ga ada sedekah dibawa-bawa sama saya. Diserahkan panitia. Terserah panitia yang ngundang saya. Jadi simpel tunjukin aja satu (bukti), bukan katanya," tulisnya menambahkan.Pendiri PayTren, Ustad Yusuf Mansur, dalam acara seminar Perkembangan Fintech Indonesia di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018. TEMPO/Charisma Adristy

    Selain itu, ustad yang kerap dipanggil YM ini juga akan melaporkan akun-akun media sosial yang telah memprovokasi orang lain, sehingga makin banyak orang yang menyerang dan memfitnahnya. Menurut pengakuannya, komentar-komentar tersebut sudah masuk pantauan polisi cybercrime.

    Yusuf Mansur juga sudah menyimpan tangkapan layar (Screenshoot) unggahan akun-akun tersebut. Jadi meski komentar-komentarnya sudah dihapus, Yusuf Mansur masih memiliki buktinya. Hal ini ia lakukan agar menjadi pelajaran untuk warganet agar tidak berkata sembarangan.

    M RYAN H


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.