JogjaROCKarta Sempat Dihantui Virus Corona

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grup Scorpions saat temu media di Hotel Tentrem Yogyakarta, Sabtu petang, 29 Februari 2020. (TEMPO-MUH SYAIFULLAH)

    Grup Scorpions saat temu media di Hotel Tentrem Yogyakarta, Sabtu petang, 29 Februari 2020. (TEMPO-MUH SYAIFULLAH)

    TEMPO.CO, Yogyakarta -CEO Rajawali Indonesia Anas Syahrul Alimi sebagai penyelenggara JogjaROCKarta 2020 khawatir dengan virus corona yang kini sudah menyebar ke penjuru dunia. Sebab, acara yang digelar 1 Maret 2020 malam ini mengundang grup rock Scorpions dan Whitesnake.

    Bahkan beberapa hari sebelum acara, ia takut mengangkat telepon dari manajemen grup musik dunia itu. Apalagi, sang vokalis yaitu Klaus Meine baru saja operasi ginjal.

    “Saya sengaja matikan hp saya waktu itu, tapi ternyata dia bilang Scorpions tetap tampil di Yogyakarta," kata Anas, Sabtu petang, 29 Februari 2020.

    Anas sempat dikirimi pesan oleh manajer Scorpions. Ia tahu Klaus usai operasi ginjal. Ternyata, managemen mengabari kalau pentas di Yogyakarta tetap bisa.

    "Leganya bukan main saat itu. Kemudian The Hu dari Mongolia, kami sempat khawatir tak bisa masuk Indonesia karena isu virus corona. Tapi ternyata juga bisa soalnya mereka pegang paspor Mongolia, yang dilarang itu Cina ternyata, syukur alhamdulillah lagi,” kata AnasPementasan grup musik rock asal Jerman "Scorpions" di Tennis indoor Senayan, Jakarta, 17 September 2004. TEMPO/ Arie Basuki

    CEO Rajawali Indonesia selaku promotor, Anas Syahrul Alimi mengungkapkan dinamika JogjaROCKarta tahun ini juga sangat berwarna. Adanya isu virus Corona yang masih membuat panas dunia, ditambah vokalis Scorpions Klaus Meine yang baru saja menjalani operasi ginjal sempat membuat acara besar ini nyaris gagal dilaksanakan.

    Headliner JogjaROCKarta International Rock Music Festival #4, Scorpions dan Whitesnake akan tampil di Stadion Kridosono pada Ahad malam ini. Band asal Eropa ini berharap saat acara tidak turun hujan.

    Scorpions yang digawangi Rudolf Schenker (gitar), Klaus Meine (vokal), Matthias Jabs (gitar), Pawe Mciwoda (bass), dan Mikkey Dee (drum) akan tampil full team.

    Klaus Meine mengatakan, ia dan rekan-rekannya berjanji akan memberikan sesuatu yang berbeda besok. Selain itu, dia berharap hujan tidak mengguyur Kota Yogyakarta. Saat jumpa media di Hotel Tentrem, Yogyakarta, hujan mengguyur dengan deras. "Kami akan sajikan sesuatu yang berbeda, dan semoga tidak hujan," kata Klaus Meine.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.