Pernah Coba Bunuh Diri, Riani Sovana Bicara Depresi di Lagu Baru

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Riani Sovana (Instagram - @rianisovana)

    Riani Sovana (Instagram - @rianisovana)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi dan pencipta lagu Riani Sovana merilis lagu terbarunya berjudul Sudah Biasa. Ini adalah single keduanya, setelah pada 2019 ia merilis Aku Tak Setia yang merupakan hasil kolaborasi dengan penyanyi legendaris Atiek CB.

    Dalam Sudah Terbiasa Riani bercerita tentang kondisi seseorang yang sedang berada di titik terendah dalam hidupnya. Agar dapat tetap bertahan dan tidak berlarut-larut dalam kesedihan, seseorang tersebut akan berusaha menenangkan dirinya dengan mengatakan "Semua, sudah biasa."

    Untuk lebih mendalami perihal depresi dan kesehatan mental, Riani menggandeng seorang  psikolog klinis.  "Psikolog klinis Tara De Thouars turut tampil dalam video klip Sudah Biasa, serta bersinergi dengan komunitas Into The Light," tulis Riani dalam keterangan pers yang diterima TEMPO pada Kamis, 27 Februari 2020.

    Tema depresi dan kesehatan mental diangkat bukan tanpa alasan. Riani mengaku banyak melihat kasus depresi dan percobaan bunuh diri yang sulit mendapatkan pertolongan. Hal tersebut bahkan terjadi di lingkungan sekitarnya.

    Riani sendiri merupakan penyintas self-harm dan percobaan bunuh diri lebih dari 10 tahun lalu. Melalui Sudah Biasa Riani berharap bisa menguatkan orang-orang yang bernasib seperti dirinya dahulu.

    Selain merilis single, Riani juga akan mengadakan diskusi mengenai depresi bersamaan dengan pemutaran perdana video klip Sudah Biasa. Acara yang akan diselenggarakan pada 4 Maret 2020 tersebut, juga akan mendatangkan psikolog klinis Tara De Thouars.

    Riani Sovana merupakan penyanyi dan pencita lagu kelahiran Surabaya 11 Maret 1983. Pemilik nama asli Hartina Indriani Sovana ini merilis album perdananya bertajuk Benang Merah pada 2004 silam. Semua lagu dalam album ini Riani ciptakan sendiri.

    M RYAN H

    Depresi bukan masalah sepele. Jika Anda atau orang di dekat Anda memiliki tanda-tanda depresi dan punya tendensi bunuh diri, silakan menghubungi hotline kesehatan jiwa Kementerian Kesehatan di nomor 021- 500 454 atau menghubungi komunitas seperti LSM Jangan Bunuh Diri di nomor telepon 021-06969293 dan Into The Light  di email intothelight.email@gmail.com atau Instagram @intothelight. Anda juga bisa menghubungi psikolog atau prikiater terdekat.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.