Cegah Virus Corona, Penonton Konser NCT Dream Diperiksa Tim Medis

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grup K-pop NCT Dream. (Soompi)

    Grup K-pop NCT Dream. (Soompi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Grup K-pop NCT Dream akan menggelar konser di Istora Senayan, Jakarta, pada 1 Maret 2020. Ini kali pertama grup yang bernaung di bawah agensi S.M.Entertainment menggelar konser solo di Indonesia.

    "Para penonton konser grup idola K-pop NCT Dream akan menjalani prosedur pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki arena konser," tulis pihak promotor acara melalui laman Instagramnya pada Selasa, 25 Februari 2020.

    Langkah ini diambil sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan bersama menyusul kekhawatiran infeksi baru virus corona (COVID-2019).

    Pihak promotor menyatakan, penonton yang nantinya memiliki suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius diharuskan menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan.

    Kemudian, mereka yang berada tidak dalam kondisi sehat diharuskan membawa surat keterangan dari dokter yang berisi izin berkegiatan di luar rumah.Grup K-Pop NCT Dream di Seoul Music Awards 2020/Twitter-@NCTsmtown_DREAM

    "Pada saat pemeriksaan seluruh badan, jika tim medis acara mendapati Anda dalam keadaan tidak sehat, berdasarkan hasil konsultasi dengan tim medis, promotor akan meminta Anda untuk tidak memasuki area acara," tulis pihak promotor.

    Sebagai tindakan pencegahan lainnya, mereka menyarankan para penonton mengenakan masker selama konser berlangsung dan jika perlu membawa hand sanitizer.

    Prosedur serupa juga diterapkan promotor jumpa penggemar sekaligus konser (fancon) penyanyi idola Park Ji-hoon pada 15 Februari lalu. Para penonton saat itu mengenakan masker selama acara berlangsung.

    Mereka juga diwajibkan membasuh tangan mereka menggunakan hand sanitizer sebelum melakukan high five dengan Ji-hoon yang mengenakan sarung tangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.